Respons Kemenkes Usai Maraknya Kasus Keracunan MBG

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 04 September 2026 |15:05 WIB

Respons Kemenkes Usai Maraknya Kasus Keracunan MBG

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Niko Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI angkat bicara soal maraknya kasus keracunan nan diduga akibat makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak Kemenkes bakal memberi masukan ke Badan Gizi Nasional (BGN) jika terbukti ada kesalahan dari pihak SPPG.

Diketahui, kasus keracunan nan menimpa para siswa diduga akibat makanan MBG salah satunya terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Di sana, kasusnya menimpa sekitar 512 santri.

BGN Sebut 80 Persen Kasus Keracunan MBG Dipicu Pelanggaran SOP

1. Marak Kasus Keracunan MBG

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan pihaknya bakal terus mengkaji dan mengevaluasi mengenai beragam kasus keracunan MBG nan terjadi. Ia menyebut bahwa Kementerian Kesehatan bakal memberi masukan kepada BGN jika memang terbukti ada kesalahan dari pihak SPPG.

“Kita tetap kaji terus lebih dalam. Kita mesti evaluasi, tapi jika memang misalnya memang ada parameter nan menunjukkan bahwa ini adalah kesalahan SPPG-nya, pasti bakal kita beri masukan pada BGN,” kata Dante saat diwawancarai di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat pada Jumat (4/9/2026).

Dante menegaskan bahwa saat ini nan kudu diprioritaskan adalah pertolongan terhadap para siswa nan mengalami keracunan. Sementara itu, untuk investigasi dari adanya kasus tersebut bakal dilakukan segera oleh Kementerian Kesehatan dan BGN.

“Jadi Kementerian Kesehatan mengevaluasi kondisi klinisnya, nan paling krusial adalah menolong dulu. Ditolong dulu nan mengalami keracunan ini. Nanti investigasinya dilakukan berbareng oleh Kementerian Kesehatan dan BGN, secepatnya kita bakal lakukan,” tegas Dante.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com