Kota Depok - Seorang ibu berjulukan Lia membagikan pengalamannya pertama kali menghubungi call center 110 Polri. Lia meminta support 110 untuk mengecek tas berisi tablet milik putrinya, C (7) nan tertinggal di sebuah warung pecel ayam di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/5) awal hari.
"Awalnya kami berempat: saya, sama suami, dan dua anak kami makan di warung pecel ayam di Jalan Sabang, pada Rabu (13/5) sekitar pukul 23.30 WIB," kata Lia kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Rencana semula mereka makan di tempat, namun batal lantaran anak bungsu rewel lantaran sudah mengantuk. Lia kemudian memutuskan untuk membawa pulang pesanannya.
"Nah, saat itu anak saya itu bawa tas isinya tablet, dia taruh di bawah meja dekat kursi. Lalu lantaran anak saya nan bungsu ini rewel, akhirnya kami putuskan untuk take away pesanannya, dan saya berbareng dua anak saya kembali ke mobil sembari menunggu suami," jelasnya.
Setelah pesanan selesai, Lia dan keluarganya kemudian pulang ke Depok, Jawa Barat. Mereka lupa tas putrinya tertinggal. Setibanya di rumahnya, anak bungsu Lia menangis mendapati tasnya tidak ada.
"Saya posisi bingung, mana capek lantaran sudah jam 12 tengah malam, jika kami ke sana tapi rupanya nggak ada pikir kami hanya buang-buang waktu dan tenaga. Lalu saya ingat call center 110, saya coba telepon dan rupanya nyambungnya ke Polres Metro Depok, bukan ke Polrea Metro Jakpus, lantaran posisi saya sudah di Depok," bebernya.
Lia pertama kali menghubungi 110 untuk meminta bantuan. Awalnya dia merasa pesimis, tetapi rupanya call center 110 Polres Depok merespons panggilannya dan membantu menghubungkan ke call center Polres Metro Jakarta Pusat.
"Singkatnya, call center 110 Polres Metro Jakpus juga menerima panggilan dan msrespons dengan sangat baik dan cepat. Intinya saya meminta tolong pak polisi untuk mengecek tas anak saya nan tertinggal di situ," ujarnya.
Lia tak menyangka, rupanya call center 110 Polres Metro Jakarta Pusat juga melayani permintaan bantuannya tersebut dengan mengirimkan personil Polsek Menteng ke lokasi. Hanya dalam hitungan menit usai menghubungi 110, Lia dihubungi personil Polsek Menteng nan sudah datang ke lokasi.
Singkatnya, polisi dari Polsek Menteng berjulukan Joko datang ke lokasi. Lia lampau memberikan petunjuk tempat makan di mana tas putrinya itu tertinggal itu kepada personel Polsek Menteng melalui video call.
"Nggak lama kemudian, Pak Joko dari Polsek Menteng video call saya dari tempat makan itu dan menunjukkan tas putri saya 'ini bukan bu tasnya?' Dan rupanya tetap ada di situ, diamankan sama ibu pemilik warung," ungkapnya.
"Jadi awalnya saya pesimis, pikir saya 'ini bapak polisi tengah malam saya minta bantuin perihal sepele begini kira-kira mau nggak ya'. Tapi rupanya call center 110 itu beneran menindaklanjuti laporan saya, dan alhamdulillah tetap ada tasnya," katanya.
Lia mengapresiasi kesigapan call center 110 dan personel polisi nan menindaklanjuti laporannya tersebut.
"Saya sangat mengapresiasi bapak-bapak kepolisian, call center 110 betul-betul membantu. Saya mengucapkan terima kasih kepada Call Center 110 Polres Depok, Polres Jakpus, dan bapak-bapak polisi di Polsek Menteng serta Subdit Resmob Polda Metro Jaya juga, lantaran saya juga di saat nan sama meminta support ke Subdit Resmob. Terima kaaih kepada Pak Kapolres Metro Jakpus dan jajaran. Tidak percuma lapor polisi. Ini pertama kali saya mencoba menghubungi 110 dan betul-betul dilayani dengan baik," tuturnya.
"Dan saya juga berterima kasih kepada Ibu Nur Azizah, pemilik warung pecel ayam atas kejujurannya dan rasa tanggung jawabnya sehingga tas putri saya bisa diselamatkan oleh ibu tersebut. Saya berterima kasih berjumpa orang baik seperti Ibu Nur dan bapak-bapak kepolisian. Kalau nan nemuin orang jahat mungkin sudah lenyap tablet tersebut," tuturnya.
Dikonfirmasi, Kapolres Metro Jakpus Kombes Reynold EP Hutagalung membenarkan adanya permintaan support melalui 110 dari pelapor tersebut.
"Benar ada laporan dari 110 dan alhamdulillah petugas respons dan mendatangi tempat tersebut, sehingga bisa ditemukan tas anaknya," kata Reynold.
Reynold menyampaikan bahwa respons sigap jasa call center 110 Polri merupakan bentuk bahwa Polri datang untuk melayani masyarakat.
"Mohon angan dan dukungannya agar kami Kepolisian Polres Jakarta Pusat selalu bekerja melayani masyarakat dengan baik," ujar Kombes Reynold. (mei/jbr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·