Respons BEI Usai Pelemahan IHSG: Investor Panic Selling Pasca Pengumuman MSCI

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 Investor Panic Selling Pasca Pengumuman MSCI

Respons BEI Usai Pelemahan IHSG (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman buka bunyi mengenai Indeks Harga Saham Gabungan nan merosot dalam hingga menyentuh level terendahnya 8.187 pada perdagangan Rabu (28/1/2026).

Iman anjloknya IHSG terjadi lantaran penanammodal panic selling pasca pengumuman oleh perusahaan penyedia riset, data, dan indeks saham dunia MSCI (Morgan Stanley Capital International).

"Apa nan terjadi hari ini memang menurut saya ada panic selling. Karena ada dua perihal nan disampaikan, Bulan Februari rebalancing dibekukan, jadi tidak ada penambahan dan pengurangan konstituen perusahaan tercatat di MSCI," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (28/1/2026).

Iman menjelaskan bahwa MSCI telah melakukan konsultasi sejak akhir 2025 kepada seluruh konstituen mengenai perubahan metodologi kalkulasi free float, khususnya mengenai pemisahan kategori kepemilikan saham korporasi dan pihak lainnya (others).

"MSCI menerima masukan dari beragam pihak. OJK, BEI, dan KSEI sejak awal berbincang langsung dengan MSCI, dan kami sampaikan bahwa proposal mereka tidak diterapkan di bursa lain. Karena itu kami meminta adanya equal treatment sebagai bagian dari bangunan indeks," ujar Iman di Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, BEI berbareng OJK dan KSEI juga mengusulkan sejumlah opsi agar MSCI tetap dapat menghitung free float secara lebih akurat, termasuk dengan menggunakan info dari KSEI nan mencakup kepemilikan saham di bawah dan di atas 5 persen.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com