Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta ke-44 personil Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadikan disiplin, integritas, tanggung jawab, dan semangat bela negara sebagai bekal dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Pramono saat mengukuhkan personil Paskibraka Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
"Mereka adalah putra-putri terbaik nan telah melalui rangkaian seleksi, latihan gabungan, dan pemusatan latihan sejak Mei hingga pertengahan Agustus 2026," kata Gubernur Pramono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pengukuhan tersebut menjadi penanda tanggung jawab nan lebih besar bagi para personil Paskibraka sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
"Pengukuhan ini tentunya bukan sekadar seremoni, tetapi peneguhan tanggung jawab bagi calon-calon pemimpin bangsa ke depan untuk mempunyai disiplin, integritas, tanggung jawab, dan semangat rela bela negara," ujar Pramono.
Pramono berharap, nilai-nilai nan diperoleh selama proses seleksi dan training tidak berakhir setelah tugas pengibaran bendera selesai. Ia mendorong agar kedisiplinan, kerja sama, keteladanan, serta kecintaan kepada Tanah Air terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga berpesan agar para personil Paskibraka menjaga semangat kebangsaan, menghargai keberagaman, dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
"Adik-adik Paskibraka adalah bagian dari generasi penerus nan bakal menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, kudu terus menjaga semangat kebangsaan dan menjadikan nilai-nilai nan diperoleh sebagai bekal untuk menjadi orang-orang nan berfaedah bagi nusa dan bangsa," tutur Pramono.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan para personil Paskibraka untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kehormatan diri, keluarga, dan nama baik Jakarta.
"Selamat kepada seluruh Paskibraka DKI Jakarta. Semoga tugas ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan amanah nan diberikan menjadi sesuatu nan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Shifa Maharani Yasmin, personil Paskibraka dari SMAN 67 Jakarta mengatakan, proses seleksi dan training Paskibraka membentuk kedisiplinan dan etika.
"Untuk sampai di pengukuhan ini tentu bukan proses nan mudah. Jadi kami sangat bersyukur," ujar Shifa.
Sementara itu, Farras Hadyan Pujianto, siswa SMAN 28 Jakarta, berambisi tugas pengibaran pada 17 Agustus dapat melangkah lancar.
"Harapan kami, pada 17 Agustus 2026 kami dapat mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sukses," pungkas Farras.
(rea/rir)
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·