PKB Bentuk Satgas Prabowonomics, Kawal Kebijakan Prabowo

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Jakarta -

PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa. Satgas tersebut didirikan Panji Bangsa sebagai tindak lanjut dari pengarahan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk mengawal kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

"Kami menyatakan pada hari ini, Kamis tanggal 13 Agustus 2026 Dewan Komando Pusat Panji Bangsa mendeklarasikan Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa," kata Ketum DKP Panji Bangsa PKB, Rivqy Abdul Halim, dalam deklarasinya di instansi DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Rivqy mengatakan Satgas Prabowonomics Panji Bangsa bakal mengawal program Prabowo agar masyarakat dapat merasakan faedah secara langsung. Satgas juga disebut bakal memastikan penyelenggaraan program strategis Prabowo terlaksana secara transparan dan akuntabel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, sebagai Satuan Tugas Prabowonomics Panji Bangsa bakal melaksanakan tugas sebagai berikut, mendukung secara utuh arah kebijakan dan program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam bagian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Mengawal program strategis Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat dapat merasakan akibat dan faedah secara langsung. Memastikan penyelenggaraan program strategis Presiden Prabowo Subianto terlaksana," ujarnya.

Rivqy menunjuk Ahmad Riyadi sebagai Ketua Satgas dan Ragil Setyo Cahyono sebagai Sekretaris Satgas. Dalam paparannya, Ahmad Riyadi menjelaskan pihaknya bakal melakukan dua agenda.

"Yang pertama, menjelaskan dari hulu substansi program dan kebijakan strategis Prabowonomics dalam sektor ekonomi. nan kedua adalah memastikan penerapan program populis nan selama ini dijalankan oleh Presiden Prabowo itu dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan terhindar dari praktik-praktik nan berpotensi terjadi penyalahgunaan kewenangan," kata Riyadi.

Riyadi mengatakan masyarakat tetap banyak nan belum mengetahui kebijakan ekonomi Prabowo. Dia mencontohkan salah satu program nan banyak penduduk belum tahu adalah pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), nan dinilai mengurangi kebocoran ekspor.

"Presiden Prabowo juga menginisiatif terbentuknya PT DSI. PT DSI ini diharapkan bisa menjadi solusi atas kebocoran-kebocoran fiskal nan selama ini terjadi dari proses ekspor-impor. Kami punya info di tahun 2024, itu ada 29 negara nan selama ini menjadi mitra ekspor-impor Indonesia mempunyai selisih dari kebocoran negara nyaris sekitar 7 juta US dolar," katanya.

"Seandainya anggaran ini kemudian dipakai untuk kesejahteraan masyarakat, maka bakal berakibat signifikan terhadap pembangunan baik infrastruktur, sumber daya, sektor pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Riyadi menyebut Satgas Prabowonomics Panji Bangsa juga bakal mengawal program makan bergizi cuma-cuma (MBG). Satgas tersebut, kata Riyadi, bakal membantu memantau aktivitas penyelenggaraan MBG di lapangan.

"Saya contoh misalkan ada program MBG. Fakta nan terjadi selama ini kita juga simak, pertimbangan dari program ini adalah soal tata kelola. Tapi soal kemanfaatan program ini dampaknya sangat signifikan. Kekurangan lapangan pekerjaan nan selama ini dialami oleh masyarakat kita juga terjawab atas hadirnya program ini," kata dia.

"Makanan bergizi nan hari ini menjadi salah satu aspek terjadinya stunting, itu juga mendapat pengaruh dengan adanya alias hadirnya program-program ini. Terkait soal tata kelola, dengan adanya satuan tugas ini bakal membantu untuk mensupervisi, memantau penyelenggaraan aktivitas ini di lapangan," lanjutnya.

(rfs/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News