Respons Bea Cukai soal Penumpang Wanita Menangis Diperiksa karena Kartu Pokemon

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Penumpang wanita JS (28) mengaku mendapat pengalaman tak menyenangkan saat diperiksa oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, sesaat dia tiba dari penerbangan Guangzhou, China, Rabu 13 Mei 2026.

Saat itu, dia dan suaminya baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, setelah pulang dari liburan. Seperti biasa, dia dan suami menjalani pemeriksaan setelah pengambilan bagasi. Saat itu, dia mengaku diarahkan masuk ke jalur red line.

JS mengaku, kopernya sudah ditandai pada saat dirinya mengambil di baggage. Lalu, dia kudu membongkar semua koper, termasuk koper besar.

"Awalnya nan kena koper nan besar, keluarin (kartu) pokemon sama stiker. (Petugas) dia menanyakan invoice, saya kasih invoicenya. Terus dicek barangnya, enggak percaya dengan nilai nan tertera di invoice," ujar JS.

Petugas juga sempat membuka koper kabin, dimana di dalamnya terisi 90 persen kartu Pokemon dan stiker nan diakuinya adalah oleh-oleh untuk sang anak.

Saat itu, petugas menanyakan perihal lain, seperti keberangkatan kapan, pulangnya, jalan sama siapa saja, hingga tujuan di sana kemana dan keperluannya apa saja.

"Dia cek salah satu Pokemon harganya tinggi, saya tunjukin bukti foto jika ada belinya memang di toko pasar, ada sekitar 3, 4 foto buat bukti," katanya.

Dia pun membantah jika ada salah satu kartu Pokemon nan dibelinya seharga jutaan hingga ratusan juta. JS juga sempat menunjukan foto saat beli di pasar.

JS mengaku, diperiksa oleh sekitar 2 sampai 4 orang. Saat itu, dia sempat menangis akibat pemeriksaan nan menyantap waktu lama baginya. Meskipun JS diperbolehkan membawa pulang kembali barang-barang setelah mendapat penjelasan dari petugas.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita