Respons Ancaman Trump, Iran Bakal Serang Israel hingga Pangkalan AS

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibat memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak salah kalkulasi mengenai demo nan meluas di negara tersebut.

1. Balas Ancam AS 

Qalibaf mengungkapkan perihal ini menanggapi ancaman serangan militer oleh Presiden AS Donald Trump jika otoritas Iran membunuh demonstran.

“Mari kita perjelas, jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan [Israel] serta semua pangkalan dan kapal AS bakal menjadi sasaran sah kita,” kata Qalibaf nan merupakan mantan komandan di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Minggu (11/1/2026), melansir Al Jazeera.

Demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh krisis ekonomi nan diperparah oleh hukuman Barat nan melumpuhkan.

Melaporkan dari Teheran, Tohid Asadi dari Al Jazeera mengatakan pernyataan Qalibaf merupakan “tingkat eskalasi baru, setidaknya secara retorika”.

Beberapa personil parlemen dilaporkan menyerbu podium di parlemen, berteriak: “Matilah Amerika!”

Asadi mengatakan pihak berkuasa “berusaha menarik garis antara demonstran dan apa nan mereka sebut perusuh, alias apa nan disebut oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai sabotase”.

“Mereka mengatakan bahwa mereka memahami situasi dan kompleksitas nan mengenai dengan kesulitan ekonomi nan dihadapi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan Qalibaf mengakui kewenangan masyarakat untuk berperan-serta dalam protes dalam pernyataannya.

Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa AS “siap membantu” lantaran para demonstran di Iran menghadapi penindakan nan semakin intensif.

“Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin tidak pernah sebelumnya. AS siap membantu!!!” kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Komentar-komentar tersebut muncul sehari setelah dia mengatakan Iran berada dalam "masalah besar" dan kembali memperingatkan bahwa dia dapat memerintahkan serangan.

"Itu tidak berfaedah pasukan darat, tetapi itu berfaedah menyerang mereka dengan sangat, sangat keras – di tempat nan paling menyakitkan," kata presiden AS.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com