Resolusi Senat AS Dinilai Bisa Dorong Washington Melunak terhadap Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Resolusi Senat AS Dinilai Bisa Dorong Washington Melunak terhadap Iran Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. Council on Foreign Relations)

PAKAR hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai resolusi Senat Amerika Serikat (AS) nan menyerukan Presiden Donald Trump menghentikan kampanye militer terhadap Iran alias meminta persetujuan Kongres sebelum tindakan lanjutan dapat mendorong Washington melunak terhadap Teheran. Menurutnya, langkah Senat mencerminkan kalkulasi realistis di tengah meningkatnya biaya politik dan militer bentrok berkepanjangan.

Rezasyah mengatakan keputusan Senat menunjukkan adanya perubahan dalam langkah Washington membaca dinamika geopolitik global. Ia menilai keahlian AS untuk terus mempertahankan tekanan terhadap Iran tidak lagi sekuat sebelumnya.

"Senat AS sangat realistis. Karena persediaan daya AS tinggal 4 minggu ke depan, dan perang melawan Iran tak mungkin lagi dimenangkan," kata Teuku Rezasyah saat dihubungi Media Indonesia, 24 Juni 2026.

Menurut Rezasyah, posisi AS juga dipengaruhi situasi internasional nan tidak sepenuhnya menguntungkan Washington. Ia menyebut sejumlah aspek eksternal ikut melemahkan daya tekan AS terhadap Teheran.

"Ketiadaaan support dari sekutu NATO, merendahnya reputasi dunia AS, dan menguatnya koalisi Iran-Rusia-Tiongkok, telah melemahkan keahlian AS menekan Iran," sebutnya.

Di sisi lain, Rezasyah menilai Iran sekarang berada dalam posisi nan relatif lebih kuat. Hal itu, menurutnya, terlihat dari konsolidasi domestik Iran dan keahlian militernya nan semakin diperhitungkan.

"Sementara Iran nan semakin kompak di dalam negeri, dengan peluru kendalinya nan sangat terarah dan terukur, menjadikan diplomasi Iran sebagai di atas angin," ujarnya.

Rezasyah menyebut perkembangan tersebut berpotensi membuka ruang diplomasi nan lebih besar antara Washington dan Teheran. Apalagi, kedua negara disebut tengah menjalani proses negosiasi untuk menyelesaikan beragam rumor strategis nan selama ini menjadi sumber ketegangan.

Terkait akibat resolusi Senat terhadap ruang mobilitas Trump dalam mengambil keputusan militer, Rezasyah memperkirakan kebijakan AS terhadap Iran bakal bergerak ke arah nan lebih moderat.

"Diperkirakan AS bakal melunak atas Iran, namun bakal memaksa Hukum Internasional menekan Iran dalam aspek Nuklir dan Selat Hormuz, meski secara psikologis," jelasnya.

Ia menilai resolusi itu juga dapat meningkatkan tekanan politik terhadap Trump, terutama dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS.

"Resolusi Senat bakal menyudutkan Presiden Donald Trump. Keputusan militer AS adalah menyatakan telah menang perang meski secara simbolik, sementara Iran bakal membatasi dirinya dalam mengeklaim telah memenangkan perang melawan AS," pungkas Rezasyah. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia