Resensi Buku On the Land of Sorrow

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

On the Land of Sorrow – Bagaimana jika orang nan semestinya menjadi musuh terbesarmu… justru adalah satu-satunya argumen Anda tetap memperkuat hidup?

On the Land of Sorrow karya Porknoodle menghadirkan kisah menegangkan antara Altanna, seorang bangsawan pemberontak, dan Nikolai, jenderal sadis dari Kekaisaran Enderville. Hubungan mereka tidak hanya dipenuhi bentrok dan kebencian, tetapi juga menyimpan lapisan emosi nan perlahan terungkap seiringnya berjalannya cerita, membikin pembaca terus penasaran dengan arah takdir keduanya.

Dengan 384 halaman, kitab ini cocok banget buat Anda nan suka cerita historical-romance penuh intrik, perjuangan, dan konsep reinkarnasi nan bikin penasaran. Alur ceritanya dibangun dengan ketegangan nan konsisten, dipadukan dengan bumi nan terasa hidup dan bentrok nan terus berkembang.

Yuk, Grameds, simak ulasan komplit On the Land of Sorrow di bawah ini, untuk mengetahui pembagian ceritanya, konsep reinkarnasi nan menarik, serta kelebihan dan kekurangannya nan membikin kitab ini layak masuk daftar referensi kamu!

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Sinopsis Buku On the Land of Sorrow

Vjërdam sudah jatuh ke tangan penjajah, dicabik-cabik tanpa sisa. Namun tetap ada sekelompok orang gila nan rela mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan negeri mini itu, disebut Pasukan Pemberontak. Altanna Phoebe Eustashe, putri bangsawan nan terkenal anggun dan cerdas, termasuk ke dalam jejeran orang gila tersebut.  

Nikolai Gracian Lucretius, jenderal terbaik dari Kekaisaran Enderville. Terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin nan tidak pandang bulu. Setiap perperangan di bawah kepemimpinannya selalu berhujung dengan kejayaan. Segala perihal dalam hidup Nik adalah kepastian. Veni, vidi, vici.  

Dan hanya butuh beberapa pertemuan bagi keduanya untuk sadar, ada benang tak kasat mata nan mengikat mereka dalam skenario tragis. Keduanya menjadi tombak kehancuran untuk satu sama lain.

Profil Penulis Buku On the Land of Sorrow

Porknoodle, penulis nan lahir di Jakarta pada tahun 2003, telah menekuni bumi kepenulisan sejak tetap duduk di bangku sekolah dasar. Nama aslinya adalah Helen Priscilia, namun dia memilih memisahkan identitas pribadinya dari bumi kepenulisan. Di waktu senggang, Helen doyan berimajinasi tentang beragam skenario unik serta merenungkan hal-hal filosofis seperti kenapa bumi hanya ada satu.

Sejak kecil, Helen sudah terbiasa mencetak naskah tulisannya untuk dibaca ulang, sembari membayangkan suatu hari kelak karyanya bakal terpajang di toko buku. Selain On The Land of Sorrow, Helen juga menulis novel The Lonely Prince dan sedang menggarap karya terbarunya berjudul Embrace of Endless Night, nan saat ini sudah diterbitkan.

Menurutnya, dari segi alur dan style penulisan, On The Land of Sorrow merupakan karya paling matang dibandingkan novel-novelnya nan lain. Dalam proses penulisan, Helen melakukan riset mendalam, terutama mengenai jenis-jenis senjata nan digunakan pada era 1800-an, serta kondisi sosial menjelang masa kemerdekaan Indonesia, meskipun perincian latar tempat seperti negeri fiksi Vjerdam tidak digali sedalam itu.

Pembagian Cerita dalam Buku On the Land of Sorrow

Buku On the Land of Sorrow mempunyai struktur nan menarik lantaran dibagi menjadi dua bagian besar dengan alur waktu nan berbeda, Grameds.

Bagian Pertama

Bagian pertama membawa pembaca ke masa kolonialisme antara negeri Vjërdam dan Kekaisaran Enderville. Di sinilah kisah utama antara Altanna Phoebe Eustashe, putri bangsawan Vjërdam, dan Nikolai Gracian Lucterius, jenderal perang dari Enderville, dimulai.

Keduanya berada di dua sisi nan berlawanan: Altanna mewakili rakyat tertindas nan mau membebaskan negerinya, sementara Nikolai adalah simbol kekuasaan penjajah. Namun, di tengah kebencian dan peperangan, tumbuh emosi cinta nan tidak semestinya ada. Cinta nan mereka miliki justru menjadi kutukan, lantaran setiap pilihan untuk berbareng berfaedah mengingkari pihak masing-masing.

Selain itu, bagian ini juga diselingi oleh potongan masa sekarang — adegan-adegan singkat nan memberi petunjuk bahwa kisah masa lampau mereka punya hubungan erat dengan kehidupan modern. Potongan ini tidak langsung dijelaskan, tetapi perlahan-lahan membuka misteri nan bakal menjadi kunci utama di bagian berikutnya.

Konflik dalam bagian pertama berpusat pada:

  • Perlawanan rakyat Vjërdam terhadap kolonialisme Enderville,
  • Rahasia identitas nan disembunyikan oleh Altanna,
  • Dan emosi cinta nan bertentangan dengan logika dan kehormatan.

Bagian ini dipenuhi dengan emosi intens, intrik politik, dan ketegangan jiwa nan membikin pembaca larut dalam bumi kelam dan romantis nan diciptakan oleh Porknoodle.

Bagian Kedua

Bagian kedua membawa pembaca melompat ratusan tahun ke depan, meninggalkan bumi peperangan dan bangsawan, menuju kehidupan modern nan sama sekali berbeda, Grameds. Namun, prinsip ceritanya tetap sama — tentang cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup.

Di bagian ini, muncul tokoh-tokoh baru nan pada awalnya tampak tidak ada hubungannya dengan kisah di masa lalu. Namun seiring cerita berjalan, pembaca mulai menyadari bahwa mereka adalah reinkarnasi dari tokoh-tokoh sebelumnya — terutama Altanna dan Nikolai.

Mereka hidup dalam tubuh dan kehidupan baru, tapi jiwa mereka tetap membawa ingatan samar dan luka lama dari kehidupan terdahulu. Di sinilah konsep reinkarnasi menjadi tema utama.

Bagian ini juga memperkenalkan plot twist besar nan betul-betul mengejutkan: hubungan antara masa lampau dan masa sekarang rupanya jauh lebih dalam daripada nan terlihat. Semua kejadian, cinta, dan tragedi nan mereka alami rupanya membentuk satu siklus nan kudu diselesaikan agar mereka bisa mencapai “kedamaian terakhir.”

Konsep Reinkarnasi dalam Buku On the Land of Sorrow

Reinkarnasi dalam kitab ini digambarkan sebagai siklus kehidupan nan terus berulang hingga seseorang betul-betul menuntaskan tujuan alias pelajaran hidupnya. Bagi dua tokoh utamanya, Altanna dan Nikolai, reinkarnasi adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan masa lampau dan menemukan akhir nan semestinya mereka dapatkan.

Setiap kehidupan baru membawa mereka dalam kisah nan berbeda, namun dengan benang merah takdir nan sama—cinta nan “terkutuk.” Dalam tiap kelahiran, mereka selalu dipertemukan, namun keadaan dan waktu seolah selalu bersekongkol untuk memisahkan mereka.

Siklus Kehidupan Nikolai dan Altanna di Buku On the Land of Sorrow

  1. Kehidupan Pertama
    Altanna adalah seorang bangsawan dari negeri terjajah Vjërdam, sedangkan Nikolai adalah jenderal dari Kekaisaran Enderville—negara penjajah. Mereka saling mencintai, tapi hubungan itu mustahil lantaran perbedaan bangsa dan ideologi. Akhirnya, Nikolai bermohon agar dapat hidup kembali untuk menebus cintanya nan gagal.
  2. Kehidupan Kedua
    Nikolai bereinkarnasi sebagai Sender van Anggelen, putra bangsawan Belanda nan jatuh cinta pada Dayana, gadis pribumi—reinkarnasi dari Altanna. Namun, perbedaan status sosial membikin cinta mereka kembali kandas, mengulang nasib tragis dari kehidupan sebelumnya.
  3. Kehidupan Ketiga
    Dalam bentuk Hades, seorang detektif di Shanghai, Nikolai kembali berjumpa reinkarnasi Altanna berjulukan Nuwa. Sayangnya, kisah mereka kembali berhujung tragis ketika Nuwa terbunuh oleh buronan nan sedang dikejar Hades.
  4. Kehidupan Keempat
    Di fase terakhir, Nikolai terlahir sebagai Djavion, dan Altanna sebagai Illeana. Untuk pertama kalinya, mereka akhirnya bisa berasosiasi dalam cinta nan utuh. Inilah corak penyelesaian dari siklus reinkarnasi mereka—dua jiwa nan akhirnya mencapai kedamaian setelah melewati beragam kehidupan penuh luka dan kehilangan.

Kelebihan dan Kekurangan Buku On the Land of Sorrow

Pros & Cons

Pros

  • Alur lintas waktu nan menarik.
  • Konsep reinkarnasi nan unik.
  • Plot twist nan mengejutkan.
  • Gaya penceritaan sinematik.
  • Emosi dan pesan moral nan kuat..

Cons

  • Pergantian waktu nan tiba-tiba.
  • Karakter pendukung seperti tempelan.
  • Tempo cerita di beberapa bagian terasa agak lambat.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan kitab On the Land of Sorrow nan perlu Anda ketahui, Grameds.

Kelebihan Buku On the Land of Sorrow 

  • Konsep reinkarnasi nan emosional dan berlapis

Konsep reinkarnasi dalam novel ini dikemas dengan langkah nan terasa hidup dan menyentuh, tidak sekadar menjadi komponen cerita, tetapi juga pengikat emosi antar tokohnya. Pembagian cerita ke dalam dua bagian besar membikin perjalanan waktu terasa panjang namun tetap saling terhubung dengan kuat.

  • Alur dua masa nan saling terikat

Bagian pertama menghadirkan kisah Altanna dan Nikolai di masa kolonialisme dengan penuh rahasia, perlawanan, dan cinta terlarang nan intens. Sementara bagian kedua membawa pembaca ke ratusan tahun setelahnya dengan karakter baru nan rupanya tetap terhubung secara misterius dengan masa lalu.

  • Penceritaan sinematik dan penuh kejutan

Gaya penceritaannya terasa seperti menonton dua movie berbeda nan perlahan menyatu di akhir cerita. Perpindahan alur dan penggambaran segmen dibuat begitu visual sehingga mudah dibayangkan dan terasa hidup.

  • Emosi tokoh nan kuat dan mendalam

Perasaan para tokohnya ditulis dengan sangat intens, membikin pembaca ikut larut dalam kisah cinta, perjuangan, dan bentrok nan mereka alami. Setiap keputusan dan pergulatan jiwa terasa nyata dan berbekas.

  • Plot twist nan tak terduga

Bagian akhir cerita menghadirkan kejutan nan susah ditebak sejak awal. Twist ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga memperkuta keseluruhan makna cerita dan meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca

Kekurangan Buku On the Land of Sorrow 

  • Perpindahan waktu nan cukup mendadak

Pergantian latar waktu nan terjadi secara tiba-tiba terkadang membikin pembaca perlu beradaptasi ulang dengan alur cerita. Hal ini bisa sedikit membingungkan di awal, terutama saat berpndah dari satu masa ke masa lainnya.

  • Dunia cerita nan kompleks

World building nan kaya dan perincian memang menjadi kekuatan, tetapi di sisi lain juga menuntut perhatian ekstra dari pembaca. Jika tidak diikuti dengan fokus, pembaca bisa merasa kehilangan arah di tengah kompleksitas cerita.

  • Tema romansa nan terasa familiar

Unsur romansa lintas kehidupan mungkin terasa sedikit klise bagi sebagian pembaca nan sudah berkawan dengan tema serupa. Meski tetap emosional, pendekatan ini bisa terasa tidak terlalu baru bagi beberapa orang.

  • Karakter pendukung kurang tergali

Beberapa karakter pendukung terasa kurang mendapatkan porsi pengembangan nan mendalam. Fokus cerita nan lebih tertuju pada dua tokoh utama membikin karakter lain tidak terlalu dieksplorasi secara maksimal.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, On the Land of Sorrow menghadirkan kisah nan mengaduk emosi dengan konsep reinkarnasi dan cinta lintas kehidupan nan dikemas secara perincian dan mendalam, Grameds. 

Buku ini bukan hanya tentang romansa antara Altanna dan Nikolai, tetapi juga tentang perjuangan, pengorbanan, dan gimana takdir bisa mempertemukan jiwa nan sama di waktu nan berbeda.

Dengan dua bagian cerita nan saling terhubung, pembaca diajak menelusuri benang merah antara masa lampau dan masa sekarang melalui alur penuh misteri dan emosi.

Rekomendasi Buku Terkait

  1. The Duke and I – Aku dan Sang Duke 

 Aku dan sang Duke (The Duke and I)

button cek gramedia com

Adakah tantangan nan lebih besar bagi para Ibu Ambisius London selain duke nan tetap lajang? Lembar Berita Lady Whistledown, 1813.

Semua orang tahu Simon Basset, Duke of Hastings, sejenak lagi bakal meminang Daphne Bridgerton nan manis, nan selama ini hanya dianggap sebagai sahabat alih-alih calon istri oleh para laki-laki lajang. Tapi mereka berdua tahu nan sebenarnya–semua itu hanya strategi untuk menyelamatkan Simon dari serbuan ibu-ibu kaum bangsawan nan hendak menjodohkan laki-laki itu dengan putri mereka. Sementara itu, menjadi pasangan duke membikin Daphne mendapat perhatian beberapa laki-laki lajang nan layak sebagai calon suami.

Tapi manakala berputar-putar di lantai dansa berbareng Simon, Daphne susah mengingat bahwa kedekatan mereka ini sandiwara semata. Mungkin ini gara-gara senyum jail Simon, alias apalagi langkah laki-laki itu memandangnya setiap kali mereka berduaan. Ia hanya tahu dirinya telah jatuh cinta kepada sang duke! Kini dia perlu meyakinkan laki-laki tampan itu bahwa sandiwara mini mereka memerlukan sedikit perubahan, dan bahwa cinta itu merupakan aspek nan banget layak ditambahkan di dalamnya. 

2. Romancing Mr. Bridgerton – Romansa Mr. Bridgerton

Romancing Mr. Bridgerton - Romansa Mr. Bridgerton

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Para ibu nan mau menikahkan putrinya merasakan kegembiraan luar biasa—Colin Bridgerton telah kembali dari Yunani! Lembar Berita Lady Whistledown, April 1824.

Colin Bridgerton letih dianggap tak lebih dari laki-laki pemikat berkepala kosong, jenuh oleh kerutinan dalam hidupnya. Di atas segalanya, Colin capek memandang semua orang terobsesi dengan kolumnis rumor terkenal, Lady Whistledown, nan tampaknya tak bisa mempublikasikan lembar buletin tanpa menyebut nama Colin pada paragraf pertama. Tapi sekembalinya ke London dari luar negeri, Colin mendapati tak ada dalam hidupnya nan sama seperti dulu—terutama Penelope Featherington! Gadis yang… seakan tak terlihat itu tiba-tiba menjadi gadis nan menghantui mimpi-mimpinya. Tapi ketika Colin mendapati Penelope mempunyai rahasia tersendiri, si bujangan nan susah ditaklukan itu kudu memutuskan… apakah Penelope merupakan ancaman terbesarnya—ataukah jawaban menuju kebahagiaan selama-lamanya? 

3. Bridgerton Family: The Viscount Who Loved Me – Cinta Sang Viscount (https://ebooks.gramedia.com/id/buku/bridgerton-family-the-viscount-who-loved-me-cinta-sang-viscount)  

 Cinta sang Viscount (The Viscount Who Loved Me)

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Tahun 1814 bakal menjadi season nan paling menjanjikan, tapi Penulis rasa tidak demikian halnya menurut Anthony Bridgerton nan merupakan bujangan paling susah ditaklukkan di seantero London, nan selama ini tak menunjukkan minat sedikit pun untuk menikah. Tapi sebenarnya, kenapa pula dia kudu menunjukkan minatnya? Dia toh sudah terkenal sebagai playboy paling sejati… (Lembar Berita Lady Whistledown, April, 1814)

Tapi kali ini pendapat penulis kolom rumor itu terbukti salah. Anthony Bridgerton bukan hanya memutuskan bakal menikah… dia apalagi telah memilih calon istri! Satu-satunya penghalang adalah calon kakak iparnya, Kate Sheffield—wanita nan paling suka ikut kombinasi nan pernah dikenalnya. Si pengganggu itu membikin Anthony berulang kali naik darah lantaran tekadnya untuk menghalangi Anthony mendekati adiknya. Tapi ketika Anthony memejamkan mata di malam hari, wajah Kate-lah selalu menghantui mimpinya…

Kate tidak percaya playboy nan telah bertobat bisa menjadi suami nan baik… dan Anthony Bridgerton adalah playboy nan paling parah di antara semuanya. Kate berkeinginan bakal melindungi adiknya dari laki-laki itu… tapi rupanya hatinya sendiri tidak kebal terhadap rayuan Anthony. Dan ketika bibir Anthony menyentuh bibirnya, Kate tahu dirinya telah terpesona… 

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia