Remaja Pelaku Penembakan Masjid San Diego Curi 3 Senjata Milik Ibunya Sebelum Beraksi

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Remaja Pelaku Penembakan Masjid San Diego Curi 3 Senjata Milik Ibunya Sebelum Beraksi Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl(KGTV)

KEPALA Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengungkapkan salah satu remaja nan menjadi tersangka penembakan di Islamic Center of San Diego, sempat mengambil tiga senjata dari rumah ibunya sebelum melakukan serangan maut tersebut.

Ibu dari remaja berumur 17 tahun itu awalnya melaporkan kepada polisi bahwa anak laki-laki beserta mobilnya telah hilang, berbarengan dengan "beberapa senjatanya". Jumlah senjata nan dibawa dari rumah membikin para interogator meyakini remaja tersebut juga menjadi ancaman bagi orang lain.

"Seseorang nan mau bunuh diri tidak bakal mengambil tiga senjata dari suatu lokasi," ujar Wahl kepada wartawan.

Informasi nan mengkhawatirkan ini memicu dilakukannya "penilaian ancaman nan jauh lebih besar" saat polisi mencari keberadaan remaja tersebut sebelum penembakan terjadi.

Meskipun demikian, Wahl menjelaskan  tidak ada ancaman spesifik nan ditujukan ke tempat tertentu di dalam surat catatan maupun senjata milik tersangka.

"Tidak ada ancaman spesifik, terutama tidak ada ancaman spesifik terhadap Islamic Center. Itu hanya pidato jenis kebencian umum nan saya pikir mencakup ranah nan luas," katanya. "Sekali lagi, kami tetap aktif menyelidiki perihal ini saat kami berbicara, tetapi ini lebih berkarakter umum."

Wahl juga menyinggung realitas bahwa seluruh akomodasi keagamaan di Amerika Serikat dan di seluruh bumi sekarang menyadari adanya akibat keselamatan nan mengintai mereka.

"Ini adalah realita pahit dari bumi tempat kita tinggal saat ini. Namun saya bakal mengatakan tentu saja, semua orang merasakan ketidakamanan itu," tambahnya.

Sejumlah pejabat publik segera menyampaikan kecaman keras atas penembakan fatal nan terjadi di masjid terbesar di San Diego tersebut. Gubernur California, Gavin Newsom, menyatakan bahwa dia dan istrinya merasa "ngeri dengan serangan kekerasan hari ini di Islamic Center of San Diego, tempat family dan anak-anak berkumpul, serta para tetangga beragama dalam tenteram dan persaudaraan."

"Jemaah di mana pun tidak boleh ketakutan bakal nyawa mereka," lanjut pernyataan Newsom. "Kebencian tidak mempunyai tempat di California, dan kami tidak bakal menoleransi tindakan teror alias intimidasi terhadap organisasi iman."

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, nan mencetak sejarah sebagai wali kota Muslim pertama di kota tersebut, juga mengaku "ngeri" atas serangan itu.

"Islamofobia membahayakan organisasi Muslim di seluruh negeri ini," katanya dalam sebuah unggahan di X. "Kita kudu menghadapinya secara langsung dan berdiri berbareng melawan politik ketakutan dan perpecahan."

Kecaman terhadap tindakan penembakan ini juga datang dari Senator AS Lindsey Graham dari South Carolina dan Anggota DPR AS Zoe Lofgren dari California. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia