Pemerintah Arab Saudi ketua Raja Salman menunjuk Syekh Dr. Ali Al-Hudzaifi, pemimpin dan khatib Masjid Nabawi, sebagai khatib Hari Arafah pada musim haji 2026.
Hari Arafah merupakan puncak haji, jatuh pada tanggal 9 Zulhijah bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Saat itulah jutaan umat Islam nan menunaikan ibadah haji melakukan wukuf di padang Arafah, sekitar 22 km dari Masjidil Haram, Makkah.
Mendengarkan khotbah Arafah nan berisi nasihat kepercayaan dan persatuan umat Islam merupakan momen krusial pada saat wukuf.
Khotbah Hari Arafah nan disampaikan Syekh Al-Hudzaifi bakal berjalan di Masjid Namirah dan bakal disiarkan langsung lewat beragam kanal.
Setelah berkhotbah, Syekh Al-Hudzifi bakal menjadi pemimpin salat plural takdim (Zuhur dan Asar).
Profil Syekh Ali Al-Hudzaifi
Adapun profil Syekh Ali Al-Hudzaifi seperti dikutip dari situs Badan Urusan Agama Dua Masjid Suci, Selasa (19/5) sebagai berikut:
Lahir tahun 1947 di wilayah Al-Qarn, selatan wilayah Asir, Arab Saudi.
Menghafal Al-Quran sejak kecil.
Lulus dari Fakultas Syariah di Riyadh.
Meraih gelar magister tahun 1975
Meraih ahli bagian fikih dan politik syariah tahun 1982
Menjadi pengajar di Universitas Islam Madinah.
Menjadi pemimpin dan khatib masjid sejak 1968
Ditunjuk sebagai pemimpin Masjid Nabawi tahun 1979.
Pernah memimpin lembaga ilmiah dan mempunyai sanad qiraat Al-Quran.
Khotbah Arafah tidak hanya diadakan di Masjid Namirah. Indonesia sebagai pengirim jemaah haji terbesar juga mengadakan khotbah di tenda misi hajinya di Arafah.
Wukuf alias berdiam diri di padang Arafah diisi dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Quran, berzikir, berdoa, berselawat, dan sebagainya.
Hari Arafah, Hari Istimewa
Adapun Hari Arafah merupakan salah satu hari paling agung dan spesial dalam Islam, nan keistimewaannya tidak hanya bagi jemaah haji, melainkan juga untuk seluruh umat muslim di dunia.
Hari Arafah antara lain dikenal sebagai hari pemaafan dosa, hari mustajab untuk berdoa, dan disunahkan untuk berpuasa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·