
Kurniawan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (foto: tangkapan layar)
JAKARTA - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, dilaporkan oleh relawan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke polisi buntut pernyataan keduanya mengenai dugaan rayuan penggulingan pemerintahan. Pernyataan tersebut dinilai berbahaya.
"Saiful Mujani sudah jelas, terang benderang di situ membujuk masyarakat untuk menurunkan Prabowo di luar konstitusi. Ini nan berbahaya, Islah pun sama," ujar Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan, dalam program Rakyat Bersuara bertema Seruan Berujung Laporan, Ada Gerakan Makar? nan disiarkan di kanal YouTube Official iNews, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, ada dua orang nan dilaporkan ke polisi, ialah Saiful Mujani dan Islah Bahrawi. Ia lantas membeberkan argumen pelaporan tersebut. Kurniawan merupakan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo sekaligus Ketua Presidium Relawan 08.
"Saya punya 38 provinsi pengurus Gerakan Cinta Prabowo di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Otomatis saya punya tanggung jawab moral untuk menjaga, merawat, mengawal, dan menyukseskan program-program kerja Pak Prabowo Subianto," tuturnya.
"Saat Pilpres, saya banyak membujuk jutaan orang untuk memilih Prabowo, dan alhamdulillah pada 2024 beliau menang. Saya menjadi relawan sejak Pak Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden pada 2009, 2014, 2019, hingga 2024," jelas Kurniawan.
Ia menegaskan, sebagai relawan mempunyai tanggung jawab moral untuk mengawal dan menyukseskan program kerja pemerintah. Menurutnya, untuk memperbaiki negara seperti Indonesia dibutuhkan konsentrasi penuh agar bisa bekerja secara maksimal.
"Saya punya beban untuk mengawal dan menyukseskan program Pak Prabowo. Saya tahu untuk memperbaiki sebuah negara seperti Indonesia saat ini tentu memerlukan konsentrasi nan betul-betul prima tanpa gangguan dari siapa pun, agar bisa bekerja maksimal," paparnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·