Jakarta -
Ketua Umum DPP Arus Bawah Prabowo (ABP) Michael F Umbas menilai pidato Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar paparan capaian pemerintahan, melainkan menunjukkan arah transformasi Indonesia nan diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret. Menurutnya, tantangan berikutnya ialah memastikan seluruh kebijakan transformatif itu sampai kepada masyarakat.
"Pidato Presiden Prabowo hari ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak mau berakhir pada retorika. Ada keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan nan selama bertahun-tahun dianggap sulit, dan nan paling penting, keberpihakan kepada rakyat," ujar Umbas kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Umbas menilai pesan Prabowo soal penerapan kebijakan transformatif itu krusial lantaran menurutnya pemerintahan Prabowo memasuki fase ketika beragam kebijakan kudu makin terasa dampaknya di akar rumput.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak kebijakan nan dibuat, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat. Dan akibat positif itu mulai dirasakan. Karena itu, ABP bakal terus mendukung sekaligus mengawal agar transformasi ini betul-betul sampai ke bawah," kata Umbas.
ABP juga menyoroti perhatian Prabowo terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), perbaikan sekolah, penguatan ketahanan pangan, serta beragam program nan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Umbas, pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak semata-mata diukur dari nomor pertumbuhan ekonomi, tetapi dari kualitas kehidupan rakyat.
"Anak-anak nan sehat, mendapatkan makanan bergizi dan pendidikan nan layak adalah investasi terbesar bangsa. Transformasi tidak boleh hanya terlihat dalam statistik. Transformasi kudu datang di meja makan rakyat, di sekolah, di jasa kesehatan, dan dalam terbukanya kesempatan kerja," kata Umbas.
Karena itu, lanjut dia, keberpihakan kepada rakyat mini kudu terus menjadi benang merah kebijakan pemerintah, baik di bagian pangan, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial maupun pembuatan lapangan kerja.
Umbas juga menilai keberanian pemerintah melakukan pembenahan BUMN sebagai bagian krusial dari agenda transformasi ekonomi nasional. Menurut dia, restrukturisasi tersebut kudu diarahkan untuk menciptakan BUMN nan lebih sehat, efisien, ahli dan memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.
"BUMN kudu betul-betul menjadi kekuatan ekonomi nasional. Struktur nan terlalu gendut jangan sampai justru membebani dan membikin negara tidak efisien. Keberanian melakukan restrukturisasi patut didukung sepanjang arahnya jelas: memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing dan memperbesar faedah BUMN bagi negara dan rakyat," ujarnya.
ABP, lanjut Umbas, bakal terus mengambil posisi sebagai bagian dari kekuatan masyarakat nan mendukung sekaligus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga ke tingkat akar rumput.
"Pidato hari ini adalah penegasan arah sekaligus perjanjian moral untuk bekerja lebih keras. Presiden sudah menunjukkan arah, keberanian dan targetnya. Sekarang tugas seluruh komponen bangsa adalah bergotong royong memastikan transformasi itu betul-betul menghasilkan Indonesia nan lebih kuat, berdikari dan sejahtera. Negara kudu hadir, dan rakyat kudu merasakan kehadiran itu," pungkas Umbas.
Sebelumnya, Prabowo mengungkap telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam kurun 21 bulan pemerintahan. Prabowo menyebut kebijakan-kebijakan itu untuk menyelesaikan persoalan negara.
Mengawali pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD DPR RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyampaikan hari ini tepat 21 bulan dirinya menjabat presiden setelah mengucapkan sumpah jabatan. Dan hari ini pula, kata Prabowo, dirinya kembali ke DPR untuk menyampaikan hasil nan telah dikerjakan di pemerintahannya.
"Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini, saya kembali untuk menyampaikan apa nan telah kita kerjakan, apa nan mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa nan tetap kudu kita selesaikan," ujarnya.
Prabowo mengakui belum seluruhnya janji dapat ditunaikan. Akan tetapi, kata Prabowo, dalam kurang dari 2 tahun, pemerintahannya telah membuktikan persoalan nan rumit bertahun-tahun bisa diselesaikan.
(idn/idn)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·