Menurut Daniel, hukuman bakal ditentukan berasas tingkat keterlibatan mahasiswa nan terbukti terlibat serta merujuk pada peraturan kampus.
Ia juga mengungkapkan duit tersebut diduga dibagikan kepada sejumlah mahasiswa nan mempunyai posisi krusial di organisasi BEM. Informasi itu, kata dia, telah beredar luas di media sosial dan turut diakui oleh pihak nan bersangkutan.
Meski demikian, kampus tetap bakal melakukan verifikasi dan pendalaman dengan memanggil saksi maupun pihak-pihak nan diduga terlibat.
"Dari pengakuannya, duit itu diberikan kepada beberapa pengurus BEM Fakultas Hukum, BEM Fakultas Ekonomi, dan beberapa mahasiswa lainnya," jelas Daniel.
Menurut Daniel, duit tersebut diberikan dengan tujuan mengarahkan letak tindakan ke area DPR RI, bukan di Patung Kuda. Uang itu disebut diberikan pada hari penyelenggaraan aksi, sebelum demonstrasi dimulai. Namun, para mahasiswa tetap menggelar tindakan di area Patung Kuda.
"Jadi mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk berdemonstrasi di DPR RI. Itu ditolak oleh nan bersangkutan. Mahasiswa tetap ke Istana walaupun mereka mengakui menerima duit tersebut. Itu pengakuan langsung dari Ketua BEM," kata Daniel.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·