Proses rekrutmen calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ramai jadi perbincangan di media sosial (medsos) lantaran mirip training semimiliter. Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menanggapi sorotan publik tersebut.
Dalam unggahan di media sosial dilihat, Rabu (17/6/2026), tampak orang nan dinarasikan merupakan calon manajer KDMP mengenakan busana loreng. Mereka tampak menjalani diklat di barak.
Mengenai itu, Joao mulanya menjelaskan pihaknya hanya sebagai penerima tenaga kerja nan telah melewati proses rekrutmen hingga akhir. Meski begitu, dia menganggap proses rekrutmen nan dijalani para calon manajer KDMP krusial dalam mengembangkan karakter cinta tanah air alias nation character building.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya kan penerima ya, pengguna ya. Jadi saya itu kan end-user-nya. Secara, kita kelak penerima, gitu," kata Joao kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
"Tapi jika maksudnya, jika saya lihat ya, jika masalah untuk, ada training dasar militer itu kan nation character building ya," tambahnya.
Joao menilai training tersebut relevan dengan kebutuhan bangsa. Dia mengungkit sistem ekonomi koperasi sesuai petunjuk konstitusi.
"Jadi saya pikir itu sangat relevan ya dengan aktivitas ini mengingat bahwa koperasi ini kan perintah konstitusi, tetapi selama 80 tahun Indonesia berdiri, arah ekonomi Indonesia ini kan sudah melangkah di arah pasar bebas. Artinya kita kan mencoba mengembalikan arah ekonomi Indonesia kepada arah konstitusional gitu, sehingga nation character building ini menjadi sangat krusial mengingat tidak ada satu pun perguruan tinggi di Indonesia nan mengajarkan lagi mengenai dengan koperasi," ujar Joao.
Joao menyebut penyelenggara rekrutmen calon manajer KDMP dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB dan BKN. Sementara, penyelenggaraan diklat dibantu oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan).
"Setahu saya nan menyelenggarakan ini kan BKN ya, kemudian BKN berbareng dengan PAN-RB nan melakukan proses perekrutannya. Kemudian dalam proses pelatihannya mereka minta tolong pada Kemhan. Jadi sama seperti SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) lah waktu itu," kata dia.
Joao mengatakan para calon manajer nan sukses menempuh proses rekrutmen hingga akhir bakal menjadi pegawai perjanjian Agrinas Pangan Nusantara.
"(Pegawai) Kontrak di Agrinas nantinya setelah mereka sudah selesai (rekrutmen)," katanya.
(fca/zap)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·