Rehat dari Media Sosial Bikin Tidur Lebih Nyenyak dan Cemas Berkurang, Ini Temuan Peneliti

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Rehat dari Media Sosial Bikin Tidur Lebih Nyenyak dan Cemas Berkurang, Ini Temuan Peneliti Ilustrasi(Magnific)

MENGURANGI alias menghentikan penggunaan media sosial sejenak dapat memberikan akibat positif nan nyata bagi kesehatan mental dan pola tidur dewasa muda. Hasil studi terbaru menunjukkan partisipan nan mengambil jarak dari platform media sosial mengalami peningkatan kualitas tidur serta penurunan tingkat kecemasan nan signifikan.

Namun, sistem di kembali perubahan positif ini mempunyai dinamika nan cukup mengejutkan para peneliti. Efek perbaikan kesehatan mental tersebut tidak selalu terjadi melalui jalur nan diperkirakan sebelumnya oleh tim ilmuwan.

Penelitian ini mengawasi golongan dewasa muda nan diminta untuk menghentikan alias membatasi secara drastis penggunaan aplikasi media sosial terkenal seperti Instagram, TikTok, dan X dalam jangka waktu tertentu. Selama masa uji coba, para peneliti memantau perubahan pada pola tidur, tingkat stres, serta kesejahteraan psikologis para responden.

Hasil pertimbangan menunjukkan sebagian besar peserta melaporkan lama tidur nan lebih panjang dan nyenyak, serta penurunan indikasi kekhawatiran harian secara konsisten.

Meskipun dugaan awal mengaitkan perbaikan tidur ini secara langsung dengan berkurangnya paparan sinar biru (blue light) sebelum tidur, info penelitian menunjukkan aspek psikologis memegang peranan nan tidak kalah penting. Berkurangnya paparan terhadap stimulasi konten nan memicu emosi, komparasi sosial, serta rasa takut ketinggalan info (FOMO) terbukti menjadi pendorong utama meredanya kecemasan.

Berkurangnya kekhawatiran harian inilah nan pada akhirnya mempermudah otak untuk rileks, sehingga kualitas tidur secara keseluruhan meningkat secara alami.

"Kami menemukan bahwa pengaruh mengurangi media sosial terhadap tidur dan kesehatan mental sangat erat berkaitan. Meskipun jalurnya tidak selalu seperti nan kami perkirakan di awal, manfaatnya terhadap penurunan kekhawatiran dan perbaikan tidur sangat nyata," ujar John Torous, peneliti utama dalam studi ini.

Peneliti tersebut menambahkan imbauan mengenai pentingnya kesadaran penggunaan media sosial. "Hasil ini menunjukkan bahwa mengambil jarak terencana dari media sosial bisa menjadi intervensi nan sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mental serta kualitas tidur dewasa muda."

Para intelektual menyimpulkan pembatasan penggunaan media sosial secara bijak dapat dijadikan salah satu langkah praktis dalam menjaga kesehatan mental dan kualitas rehat di tengah era digital. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia