Taufik Fajar
, Jurnalis-Rabu, 15 April 2026 |07:33 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak musibah saat meninjau langsung letak di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026). Meski anggaran rehabilitasi telah tersedia sejak awal tahun, proses pemulihan di lapangan dinilai belum melangkah optimal.
Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat telah bergerak sigap sejak awal musibah terjadi, termasuk menyalurkan beragam support untuk percepatan pemulihan sektor pertanian. Namun, dia menyayangkan penerapan di wilayah nan tetap tersendat akibat persoalan birokrasi dan koordinasi.
“Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kerjasama menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi nan kami lihat di lapangan tetap lambat,” kata Mentan Amran dikutip, Rabu (15/4/2026).
Dia mengungkapkan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk pemulihan di wilayah terdampak. Untuk rehabilitasi sawah rusak seluas sekitar 7.000 hektare di Sumatera Barat, seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Khusus Sumatera Barat, support dari Kementerian Pertanian mencapai Rp455 miliar. Jadi tidak ada argumen untuk lambat,” ujarnya.
Amran menilai lambannya penanganan lebih disebabkan oleh rantai birokrasi nan terlalu panjang serta lemahnya komunikasi antarlevel pemerintahan. Padahal, menurutnya, pencairan anggaran dari pusat telah dilakukan secara sigap begitu permintaan wilayah disampaikan.
“Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin tetap berproses terlalu lama. Ini nan kudu diperbaiki,” katanya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·