Recording Academy Buka Suara usai Video Live BTS Hilang dari Situs Grammy

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Grup Kpop BTS tampil dalam konser 'BTS The Comeback Live Arirang' di pusat kota Seoul, Korea Selatan, Sabtu (21/3/2026). Foto: Kim Min-Hee/Pool via REUTERS

Para ARMY baru-baru ini dibuat resah lantaran hilangnya video penampilan BTS dari situs resmi dan kanal YouTube Recording Academy.

Spekulasi pun bermunculan. Banyak nan menduga bahwa penghapusan video tersebut merupakan respons negatif pihak Grammy setelah BTS memutuskan tidak mendaftarkan karya mereka pada Grammy 2027.

Namun, Recording Academy buka suara. Kepada Korea JoongAng Daily, mereka menyebut penghapusan video tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan keputusan politik alias boikot.

Menurut mereka, hilangnya video tersebut murni dikarenakan masalah teknis mengenai kewenangan siar alias lisensi.

"Video penampilan BTS itu telah dihapus dari situs web Grammy dan YouTube bertahun-tahun nan lampau sebagai bagian dari berakhirnya masa lisensi," ungkap perwakilan Recording Academy.

Mereka menambahkan, ini jadi prosedur standar bagi seluruh penampil di panggung Grammy, di mana perjanjian lisensi biasanya berkarakter terbatas, umumnya hanya bertindak selama satu tahun alias apalagi kurang.

Dilihat di situs Grammy dan YouTube, jejak digital penampilan ikonik seperti Dynamite (2020) dan Butter (2021) memang sudah tidak ada lagi.

BTS tiba menghadiri Grammy Awards ke-64 di MGM Grand Garden Arena di Las Vegas, Nevada, AS. Foto: Maria Alejandra Cardona/REUTERS

Klarifikasi ini muncul setelah BTS memastikan tidak mendaftarkan karya mereka untuk Grammy Awards 2027.

Di sisi lain, hubungan antara industri musik Asia dan Recording Academy memang tengah menjadi sorotan. Pada Juni lalu, Academy mengumumkan kategori baru ialah Best Asian Pop Music Performance.

Bukannya disambut hangat, kategori ini justru memicu kritik dari fans K-pop dan pengamat musik. Banyak nan cemas kategori ini justru bakal menjadi 'kotak' nan membatasi artis Asia untuk bersaing di kategori utama.

Para kritikus beranggapan bahwa keberadaan kategori unik ini berisiko membikin artis Asia susah bersaing secara setara dengan musisi Barat dalam memperebutkan penghargaan prestisius seperti Album of the Year.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan