, KUPANG, – Realisasi shopping pemerintah pusat untuk kegunaan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga April 2026 tercatat mencapai Rp541,42 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Adi Setiawan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTT, di Kupang, Rabu.
Menurut Adi Setiawan, biaya nan telah disalurkan tersebut digunakan untuk mendukung operasional pendidikan tinggi, pembangunan dan perawatan gedung belajar, serta shopping bahan akademik. “Progres ini mencerminkan kerja nyata pemerintah dalam mengubah tantangan pendidikan menjadi kesempatan pembangunan manusia nan berkelanjutan,” ujarnya.
Alokasi Anggaran Pendidikan
Tahun anggaran 2026 mencatat alokasi shopping pemerintah pusat untuk kegunaan pendidikan sebesar Rp2,22 triliun, dengan tambahan alokasi Rp10,05 triliun melalui Transfer Ke Daerah (TKD). Fokus utama anggaran ini adalah penguatan pendidikan tinggi dan penjaminan mutu pendidikan dasar serta menengah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTT, jelas Adi.
Di sektor pendidikan tinggi, Universitas Nusa Cendana (Undana) mengelola pagu sebesar Rp204,94 miliar, dialokasikan untuk program pendidikan tinggi senilai Rp49,84 miliar dan program support manajemen sebesar Rp155,10 miliar. Sementara itu, Universitas Timor (Unimor) menerima alokasi Rp15,18 miliar untuk penguatan sarana pendidikan dan Rp17,07 miliar untuk support operasional lembaga.
Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar
Untuk penjaminan mutu pendidikan dasar, pemerintah mengalokasikan anggaran melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT sebesar Rp11,36 miliar. Hingga akhir April 2026, realisasi anggaran sektor ini telah mencapai Rp2,85 miliar, menunjukkan progres nan konsisten.
Adi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembimbing dan tenaga kependidikan (GTK) sebagai bagian dari transformasi pendidikan di NTT. Melalui Balai GTK Provinsi NTT, dialokasikan anggaran Rp9,33 miliar untuk program pendidikan dan training pendidik serta Rp3,60 miliar untuk support manajemen dan operasional teknis. Langkah ini bermaksud untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mutu lulusan, nan berakibat pada percepatan peningkatan IPM di NTT.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·