"Rayap Besi" Beraksi di Kampung Melayu: Pagar Taman Raib, Pelaku Diburu

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Kondisi pagar nan digondol maling di dekat terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

'Rayap Besi' bertindak di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pagar besi taman nan melintang di bawah Flyover Kampung Melayu lenyap dicuri.

Pantauan kumparan di letak pada Selasa (7/7) siang, nyaris seluruh area nan sebelumnya dipasang pagar sekarang telah raib, mengakibatkan kerusakan di tembok beton penyangga pagar tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali (45), mengatakan awal mula peristiwa penggondolan pagar besi ini sudah terjadi sejak bulan April hingga Mei lalu.

“Sebulan setelah Lebaran ya sudah ada, akhir April, awal Mei lah," kata Nurdin.

Sementara itu, saksi mata nan sekaligus memviralkan tindakan penggondolan pagar besi di media sosial, Ijoel, menerangkan penggondolan tersebut terjadi dalam jangka waktu nan berbeda-beda dan pelaku tersebut tidak sekaligus menggondol semua pagar besi di sana.

"Kalau untuk maling pagar besi nya sudah melangkah 3 hari, jadi mereka gak langsung semuanya diambil," ujar Ijoel saat dikonfirmasi kumparan.

Ia menambahkan, kejadian penggondolan tersebut dilakukan di hari dan waktu nan berbeda.

"Per hari beda jam beraksinya. Ada nan malam banget, ada nan pas sore, ada nan pas sebelum tengah malam," imbuhnya.

Gunakan Alat Pemotong

Kondisi pagar nan digondol maling di dekat terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Para pelaku pencurian tersebut melancarkan aksinya dengan langkah merusak dengan perangkat pemotong seperti linggis dan besi.

"Pake perangkat motong besi, linggis, dan lain-lain," tambahnya.

Dirinya juga telah melapor ke polisi nan langsung mendatangi letak kejadian. Namun saat didatangi para pelaku tidak berada di lokasi.

Saat ini, Satpel Pertamanan tengah memperbaiki dan membangun kembali pagar besi nan hilang. Sementara Satpol PP juga menempatkan personel untuk berjaga di letak guna mencegah pencurian kembali.

Pramono Siapkan Sanksi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons viralnya tindakan pencurian pagar besi ini.

“Jakarta ini sebagai kota nan terbuka tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO," kata Pramono kepada wartawan, Selasa (7/7).

Pramono mengatakan, Pemprov DKI telah menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti kasus tersebut dengan memberikan hukuman kepada pelaku.

“Kalau dia pelajar, maka KJP-nya pasti bakal kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan," tegasnya.

Selain itu, Pramono meminta abdi negara memanfaatkan kamera pengawas nan telah terpasang di nyaris seluruh jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk mengidentifikasi pelaku.

"Sekarang ini nyaris semua JPO sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya. Mudah-mudahan bisa kita tangkap," ujarnya.

Kasus Serupa di Jakut

Kondisi jembatan di Sunter Agung, Jakut nan diduga dibongkar oleh pencuri besi pada Sabtu (14/2). Foto: Abid Raihan/kumparan

Kasus serupa sempat terjadi di jembatan di Sunter Agung, Jakarta Utara. Pembatas jembatan rusak dibongkar 'Rayap Besi' pada Februari silam.

Hampir seluruh bagian dari pembatas jembatan itu rusak. Beton pembatasnya tampak keropos hingga besi kerangkanya terlihat.

Bahkan, sejumlah besi kerangka sudah tampak hilang. Di dalam video nan beredar, terduga pelaku melakukan pembongkaran di siang bolong saat kendaraan banyak nan melintas.

Seorang pedagang di sekitar jembatan itu bersaksi bahwa memang sering ada pencuri besi di area itu. Selain besi pembatas jembatan, mereka juga suka mengambil besi milik PLN.

Sebanyak tiga pelaku kemudian tangkap Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok.

"Satu (orang) meninggal kesetrum," ucap pedagang itu saat ditemui.

"Iya, (pakai) gergaji dipotong. Gak tahu deh tegangan tinggi, dia pikir gak ada ini (listrik), di gorong-gorong ngambilnya, jadi di kolong,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan