Rayakan Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan hingga Pemberdayaan Pekerja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan memberikan training dan pendampingan kepada penerima faedah untuk mengembangkan keahlian dan usaha. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta maupun mahir waris mengelola faedah secara lebih produktif sekaligus membangun sumber penghidupan nan berkelanjutan.

“Semangatnya adalah memastikan kehidupan mereka tetap berjalan. Jadi, kami tidak hanya bayar manfaat, tetapi juga mendampingi agar peserta dan mahir waris dapat kembali mandiri,” lanjut Dedi.

Komitmen tersebut tetap berangkat dari pelayanan dan perlindungan nan menjadi mandat utama BPJS Ketenagakerjaan. Dalam rangkaian Harpelnas 2026, Dedi berbareng jejeran BPJS Ketenagakerjaan mengunjungi RS Husada Utama sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) untuk memandang secara langsung penyelenggaraan jasa bagi peserta.

Di rumah sakit tersebut, Dedi berkoordinasi dengan pihak manajemen untuk memastikan pelayanan melangkah optimal sekaligus mengidentifikasi hambatan nan tetap dihadapi. Ia kemudian menjenguk peserta BPJS Ketenagakerjaan nan tengah menjalani perawatan akibat kecelakaan kerja.

“Ketika peserta sedang menjalani perawatan, di situlah kehadiran kami kudu betul-betul dirasakan. Bukan hanya memastikan faedah tersedia, tetapi juga memastikan peserta mendapatkan pelayanan dan perawatan nan baik,” kata Dedi.

Kehadiran langsung tersebut merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan menjalankan pelayanan secara proaktif. Ketika peserta tidak dapat datang mencari layanan, BPJS Ketenagakerjaan mengambil langkah untuk mendekat dan memastikan kebutuhan peserta tetap menjadi perhatian.

Pada momentum nan sama, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan secara simbolis faedah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada dua orang mahir waris peserta.

Bagi family nan kehilangan pencari nafkah, faedah agunan sosial menjadi pegangan untuk menghadapi masa sulit. Namun, BPJS Ketenagakerjaan memandang perlindungan tidak boleh berakhir pada saat faedah diterima.

Hal tersebut tercermin dalam showcase produk PEKA nan ditinjau Dedi berbareng jajaran. Beragam produk nan dihasilkan penerima faedah menunjukkan gimana pendampingan dan penguatan keahlian dapat membuka kesempatan bagi family untuk kembali produktif dan membangun sumber penghidupan.

Upaya pemberdayaan tersebut mendapat support dari Pemerintah Kota Surabaya. Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Pemerintah Kota Surabaya Anna Fajriatin nan datang mewakili Pemerintah Kota Surabaya menilai PEKA sejalan dengan upaya pemerintah wilayah dalam mengembangkan UMKM dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“PEKA sejalan dengan program Pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan UMKM. Melalui sinergi ini, faedah nan diterima mahir waris diharapkan tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi modal untuk pemberdayaan dan penguatan keahlian keluarga,” ujar Anna.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sirkulasi ekonomi nan berkelanjutan. Keluarga nan kehilangan personil keluarganya tidak berakhir pada penerimaan manfaat, tetapi mempunyai kesempatan untuk kembali produktif, membangun usaha, dan menjadi lebih mandiri.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita