Ratusan Petani di Cianjur Eksodus ke Luar Daerah Akibat Kekeringan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ratusan Petani di Cianjur Eksodus ke Luar Daerah Akibat Kekeringan KEKERINGAN: Ratusan hektare lahan sawah nan tersebar di beberapa kampung di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur mengering.(DOK PEMERINTAH DESA WARINGINSARI)

SEBAGIAN penduduk Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpaksa memilih bereksodus ke luar daerah. Langkah ini diambil lantaran sumber mata pencaharian utama mereka sebagai petani tidak lagi bisa diandalkan akibat dampak tandus berkepanjangan.

Kondisi lahan persawahan di wilayah tersebut sekarang sudah tidak produktif akibat minimnya pasokan air. Akibatnya, area persawahan nan menjadi tumpuan hidup penduduk dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman, mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat 500 hektare lahan di wilayahnya nan mengalami kekeringan parah. Fenomena ini berakibat serius terhadap tatanan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

"Lahan sawah sudah tidak bisa digarap, ada sekitar 500 hektare. Ini nan membikin penduduk kami memilih mencari pekerjaan ke luar wilayah lantaran kebanyakan merupakan petani," ujar Nadir, Selasa (20/10).

Ratusan Warga Hengkang

Berdasarkan info desa, terdapat sekitar 100 penduduk nan memutuskan untuk hengkang sementara waktu guna mencari penghasilan di wilayah lain. Mayoritas penduduk nan eksodus berasal dari Kampung Bobojong, Kampung Sinar Pusaka, dan Kampung Cibuluh.

Di tengah krisis air, sebagian besar lahan sawah dibiarkan mengering. Namun, ada pula petani nan mencoba memperkuat dengan mengganti tanaman padi menjadi cabai, meskipun pasokan air sangat terbatas.

"Kemarau sekarang memang cukup parah. Makanya, masyarakat kami akhirnya memilih pergi ke luar wilayah mencari sumber penghasilan. Kalau menunggu pasokan air normal, kita tidak tahu sampai kapan ada hujan," terangnya.

Krisis Air Bersih dan Kendala Distribusi

Selain sektor pertanian nan lumpuh, penduduk Desa Waringinsari juga menghadapi krisis air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Pihak desa mengaku telah berupaya meminta support pengedaran air bersih kepada lembaga terkait.

Namun, pengiriman support air bersih mengalami hambatan teknis. Lokasi desa nan cukup jauh serta kondisi prasarana jalan nan kurang memadai menghalang armada tangki air mencapai titik pemukiman warga.

Sebagai corak ikhtiar, penduduk setempat telah melaksanakan salat Istisqa usai salat Jumat pekan lampau untuk memohon turunnya hujan. Rencananya, tindakan religi ini bakal kembali dilakukan dalam waktu dekat.

"Mudah-mudahan bisa segera turun hujan. Kemarau ini sudah sangat berkepanjangan. Insya Allah, minggu ini kita ikhtiar lagi dengan rencana melaksanakan kembali salat Istisqa," pungkas Nadir. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑