
Penyiraman air keras ke korban Andrie Yunus (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA - Ratusan komponen masyarakat sipil meneken petisi support pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Mereka menolak perkara tersebut diadili di peradilan militer hingga pembentukan tim campuran pencari kebenaran (TGPF).
Sejauh ini sudah ada 151 komponen masyarakat sipil nan meneken petisi tersebut. Hal itu diperkirakan bakal bertambah lantaran petisi tetap terus dibuka.
"Kami mengecam dan menolak kecenderungan dari pihak-pihak tertentu nan berupaya mendorong penyelesaian kasus ini melalui sistem peradilan militer," kata koalisi masyarakat sipil dalam aktivitas konvensi pers nan dilakukan secara Zoom, Selasa (31/3/2026).
Masih dalam kesempatan tersebut, koalisi menegaskan perlunya dibentuk tim campuran pencari kebenaran independen dalam pengungkapan kasus ini, nan terdiri atas individu-individu andal lintas disiplin pengetahuan dan mempunyai integritas tinggi.
"Tim ini kudu bekerja bebas dari pengaruh kepentingan mana pun untuk menelusuri motif serangan, mengidentifikasi seluruh aktor, termasuk tokoh intelektual dan rantai komando nan terlibat, serta memastikan setiap bukti dikumpulkan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Mereka menilai, tanpa tim independen nan kredibel, proses pengungkapan bakal berpotensi tersandera oleh kepentingan politik alias lembaga tertentu sehingga keadilan sejati bagi korban tidak bakal bisa dicapai.
"Sekali lagi kami menuntut sikap dan langkah tegas dari lembaga-lembaga negara terkait," ucapnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·