Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.(MI/BENNY BASTIANDY)
KALANGAN aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, terindikasi terlibat gambling online (judol). Data tersebut berasas info dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Setidaknya terdapat 497 ASN nan terindikasi bermain judol. Saat ini mereka tengah diperiksa Inspektorat setempat untuk diklarifikasi.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengaku tak bakal segan menindak alias mengambil langkah tegas seandainya ada ASN di Pemkot Sukabumi nan terbukti bermain judol. Langkah tegas itu berupa pemberian hukuman nan disesuaikan dengan patokan kepegawaian.
"Kami bakal koordinasikan dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara) mengenai hukuman seandainya ada ASN nan terbukti," tegas Ayep kepada wartawan, Kamis (3/9).
Berdasarkan PPATK, perputaran duit di kalangan ASN di Kota Sukabumi nan terindikasi judol mencapai Rp1,7 miliar. Saat ini mereka sedang diproses di Inspektorat.
"Mereka sedang dimintai keterangan dan klarifikasinya oleh Inspektorat," pungkasnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menjelaskan terbongkarnya indikasi keterlibatan ASN bermain judol berkah permintaan Badan Kepegawaian Negara kepada PPATK. Data akhirnya dibuka sehingga bisa diketahui adanya indikasi ASN terlibat judol.
"Ini bertindak di semua kota dan kabupaten. Jadi, datanya diminta BKN ke PPATK," kata Taufik.
Di Kota Sukabumi, info tersebut kemudian diverifikasi dan divalidasi Inspektorat. Selanjutnya mereka nan terdata dipanggil satu per satu untuk dimintai klarifikasinya.
"Jadi, ASN nan terindikasi terlibat judol ini ada nan berstatus PNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Paruh Waktu," terangnya.
Prosedur pemeriksaan bagi ASN merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 94/2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Bukan kali pertama terjadi indikasi keterlibatan ASN bermain judol.
Sebelumnya pada 2024, Pemkot Sukabumi juga mendapatkan info ada 58 ASN nan terlibat judol. Sedangkan pada 2025 jumlahnya melonjak hingga mencapai 497 orang ASN.
"Dana depositnya ada nan mencapai Rp140 juta dengan 88 kali transaksi," pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·