Rapat di DPR, Anggota Komisi XIII Kritik Kinerja KSP di Pemerintahan Prabowo

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jakarta -

Komisi XIII DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari. Dalam rapat itu, sejumlah personil komisi mengkritik peran KSP di pemerintahan Prabowo Subianto.

Rapat digelar di ruang rapat Komisi XIII DPR, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Dewi Asmara memberikan kritik terhadap peran KSP di pemerintahan. Ia meminta KSP jangan sekadar menjadi humas presiden.

"Mengenai keseimbangan kegunaan komunikasi dan substansi. Kami berambisi bahwa KSP tidak sekedar menjadi humas presiden, tapi kudu ada parameter kualitas publikasi tersebut terhadap pemahaman masyarakat," ucap Dewi Asmara.

Dia juga meminta agar KSP tidak sekadar memberitakan, tapi juga memperbaiki langkah komunikasi agar rakyat lebih mudah memahami. "Karena kami lihat sebetulnya sudah bagus, pemberitaannya juga bagus, tapi barangkali mungkin kudu ada parameter gimana sehingga kelak ke depannya bisa semakin memperbaiki agar rakyat lebih mudah mencernanya," tutur dia.

Anggota Komisi XIII DPR Frederik Kalalembang juga menyoroti peran KSP di Pemerintahan Prabowo. Ia mengatakan peran KSP sebetulnya krusial di dalam pemerintahan Prabowo.

"Kalau saya lihat tugas dan tanggung jawab KSP ini cukup besar lantaran ada di semua lembaga kementerian, sehingga kudu diperkuat di sini adalah kedeputian, jadi Pak Deputi kudu betul-betul memonitor gimana penyelenggaraan kementerian lembaga," kata Frederik saat rapat.

Kemudian, dia juga menyoroti hubungan KSP dengan Presiden Prabowo. Ia menilai harusnya ada hubungan emosional kedekatan dengan Prabowo lantaran KSP lah nan menyampaikan program pemerintah ke masyarakat.

"Kedua tentunya kudu ada hubungan emosional kedekatan dengan presiden, lantaran kita tahu sekarang gimana MBG, gimana Koperasi Merah Putih, gimana perumahan nan ada saat ini, sehingga ini bisa menjelaskan ke masyarakat, nah jika memang nan disampaikan kepala lembaga dari MBG-nya sendiri tidak terlalu nyambung ke masyarakat, tapi harusnya nan sampaikan itu dari KSP sebagai mata dan telinga dari Presiden," ujarnya.

Ia meminta KSP tidak hanya tak bersuara saja dengan situasi nan ada mengenai program-program Prabowo. Dia meminta KSP mencari celah melaporkan ke Prabowo dan menjelaskan ke masyarakat mengenai program-program nan sedang berjalan.

"Ini nan kudu betul-betul agar tidak hanya stuck alias diam, lantaran jika KSP tak bersuara ya tidak diperhatikan, tidak dianggap, tapi KSP betul-betul mencari celah dan melaporkan kepada Presiden dan kemudian laporkan kepada masyarakat seperti ini lah keadaannya," ujar dia.

Ia juga mendorong agar KSP bisa menyelesaikan ketegangan nan terjadi di pemerintahan. "Memang perlu strategi nan ditampilkan itu bukan nan tambah panjang nan apa, saya kira jika ada ketegangan itu bisa diselesaikan," imbuhnya.

(maa/fca)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News