Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Ungkap 3 Aspek untuk Perkuat BUMD

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara berkepanjangan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat berbareng Komisi II DPR RI, Rabu (3/6). Strategi tersebut mencakup tiga aspek utama, ialah keuangan, operasional, dan administrasi.

"Ada beberapa upaya strategis untuk membikin agar BUMD bisa menjadi sehat, di antaranya di sektor keuangan, komitmen pemilik dalam penyertaan modal sesuai dengan peraturan daerah," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dari aspek keuangan, Mendagri menekankan pentingnya penerapan sasaran keahlian nan diikuti dengan pemenuhan sasaran untung sekurang-kurangnya di atas suku kembang bank. Selain itu, dewan BUMD perlu melakukan efisiensi biaya operasional dengan menjaga rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) di bawah 85 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian nan kedua, selain pembiayaan, dari segi operasional secara rutin selayaknya melakukan survei kepuasan pelanggan, lantaran customer is the king," ujar Tito.

Pada aspek operasional, Tito mendorong pemerintah wilayah (Pemda) untuk melakukan kajian investasi nan selaras dengan rencana upaya serta rencana kerja dan anggaran BUMD. Pembentukan tim seleksi nan kompeten, transparan, dan akuntabel juga dinilai krusial guna menghasilkan manajemen BUMD nan profesional.

Sementara dari sisi administrasi, Mendagri menyinggung tentang penyusunan rencana upaya serta rencana kerja dan anggaran nan selaras dengan sasaran nan ditetapkan pemegang saham alias pemilik modal. Tito menyebut, BUMD perlu melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai agenda dengan kehadiran pemegang saham nan memenuhi kuorum.

"Di samping itu, perlu adanya pengawasan dan pembinaan nan cukup ketat," katanya.

Tito menjelaskan, sektor perbankan merupakan salah satu lini upaya BUMD nan paling menguntungkan. Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh tata kelola perusahaan nan baik serta sumber daya manusia (SDM) nan profesional.

Selain itu, proses seleksi dewan dan komisaris pada BUMD sektor perbankan pun kudu mengikuti ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tapi di bidang-bidang lain, kita tidak memandang ada aturan-aturan nan membikin sistem rekrutmennya menjadi lebih reliable. Dan ini akhirnya lebih banyak didominasi oleh peran kepala wilayah sebagai pemegang saham," tambahnya.

Berkaca pada kondisi tersebut, Mendagri menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap BUMD, antara lain lewat usulan perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Melalui perubahan itu, diharapkan dapat dilakukan optimasi kegunaan pembinaan dan pengawasan oleh unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kemendagri juga kemudian sudah mengusulkan untuk penguatan pengawasan pembinaan ini agar BUMD ini ditangani oleh seorang Dirjen, Eselon I. Saat ini di bawah Dirjen Bina Keuangan Daerah pembinaannya," pungkas Mendagri.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional