Rantis Brimob Berjaga di Polda Metro Jaya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya meningkatkan penjagaan setelah menggeledah sejumlah letak mengenai penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian duit (TPPU) dalam perkara batu bara hingga Asabri.

Berdasarkan pantauan, satu unit mobil rantis disiagakan di pintu masuk kendaraan. Biasanya, tidak pernah ada mobil rantis nan disiagakan di letak itu.

Selain itu, pengetatan pengamanan juga terjadi di sekitar Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Terlihat sejumlah personil Brimob nan dilengkapi senjata laras panjang berjaga di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, pagi tadi, di pintu masuk utama alias unik pejabat utama Polda Metro juga disiagakan satu unit mobil rantis, padahal di hari biasanya tidak ada. Namun, pada siang hari ini, mobil rantis itu sudah tak terlihat.

Penjagaan ketat juga dilakukan saat mobil rantis nan membawa peralatan bukti hasil penggeledahan dari sebuah rumah di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, Jawa Barat tiba Polda Metro Jaya.

Sejumlah personel Brimob tampak menjaga ketat proses pemindahan peralatan bukti dari mobil rantis ke Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kortastipidkor Polri berbareng POlda Metro Jaya menggeledah sejumlah letak mengenai penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian duit (TPPU).

Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan penggeledahan ini mengenai penanganan tiga perkara.

"Penanganan perkara korupsi dan pencucian duit pada proses penanganan norma terhadap perkara PLN BB, kemudian Asabri tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025," kata Totok, Rabu (8/7).

Secara total ada 12 letak nan digeledah oleh tim interogator campuran dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri.

Lokasi penggeledahan adalah PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat; PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah kerabat MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan; kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.

Kemudian Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, rumah kerabat TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG / CP, Kuningan, Jakarta Selatan; PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah kerabat DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudari MILDK, Apartement Pacific Place dan sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.

Dari penggeledahan di kafe, polisi menemukan semua brankas dan menyita duit sekitar Rp60 miliar, rinciannya SGD 3.130.000, USD 889.965 dan Rp259.159.000. Lantai 2 kafe tersebut telah disegel oleh interogator untuk kepentingan proses penyidikan.

Sementara itu, dalam penggeledahan di Koin Money Changer polisi menyita 71 item peralatan bukti dan 16 mata duit asing dengan total senilai Rp7,2 miliar. Di letak ini, polisi juga telah melakukan penyegelan.

Kemudian, dari penggeledahan rumah di Sentul, polisi menyita emas batangan seberat 74 kg dan duit tunai dengan nilai total diperkirakan senilai Rp476 miliar. Barang bukti tersebut ditemukan dalam sebuah brankas terkunci di rumah tersebut.

"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. nan pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar," kata Totok kepada wartawan, Kamis (9/7) awal hari.

Di letak tersebut, interogator juga menyita sejumlah arsip dan handphone. Selain itu, juga ditemukan foto family dari diduga pemilik rumah tersebut.

(dis/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional