Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan usai pertemuan dengan Presiden di Istana Merdeka, Selasa (9/6). (MI/M Ilham Ramadhan Avisena)
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya konsentrasi pada perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga terbukti menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah. Berdasarkan survei independen Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di 800 titik pelaksanaan, program ini sukses menggerakkan sektor UMKM dan menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.
Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan temuan tersebut kepada Presiden di Istana Merdeka, Selasa (9/6). Luhut menegaskan bahwa survei dilakukan secara ahli dan andal untuk memastikan pertimbangan program berbasis info nan akurat.
"Kami dipanggil oleh Presiden. Penjelasan pertama adalah hasil survei DEN mengenai penyelenggaraan makan bergizi di 800 titik nan dilakukan secara profesional. MBG ini program nan sangat baik, hanya pengelolaannya perlu ditata lebih rapi," ujar Luhut, usai pertemuan dengan Presiden di Istana Merdeka, Selasa (9/6).
Dampak Nyata bagi UMKM Lokal
Anggota DEN Septian Hario Seto merinci bahwa survei menggunakan metode random sampling nan mencakup wilayah luas, mulai dari Nias Selatan hingga Papua. Hasilnya, sebanyak 86,9% Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggandeng setidaknya satu UMKM lokal sebagai pemasok. Secara rata-rata, setiap SPPG bekerja sama dengan tiga UMKM.
Data DEN menunjukkan sekitar 64% hingga 65% UMKM pemasok berada di kabupaten nan sama dengan letak SPPG. Hal ini membuktikan faedah ekonomi lebih banyak dirasakan oleh pelaku upaya lokal daripada perusahaan besar dari luar daerah. Selain itu, nyaris 99% tenaga kerja nan terlibat dalam program ini merupakan penduduk sekitar.
Tantangan Permodalan
Meski memberikan akibat positif, DEN mencatat adanya tantangan pada aspek permodalan bagi UMKM. Septian mengungkapkan support modal kerja sangat diperlukan agar pelaku upaya bisa memasok kebutuhan dalam volume lebih besar dan ragam komoditas nan lebih beragam.
Menanggapi kritik mengenai kontribusi ekonomi wilayah nan dianggap tetap kecil, Luhut menegaskan bahwa DEN berpegang pada info lapangan nan valid.
"Dewan Ekonomi Nasional tidak bakal bermain-main dengan data. Ini peralatan baik, tinggal pengelolaannya saja nan kita perbaiki," pungkasnya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·