Rano Karno Resmikan Namu Balai Kota, Warga Bisa Tur Gedung

Sedang Trending 8 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Namu Balai Kota, program nan membuka kompleks Balai Kota DKI Jakarta bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahan ibu kota.

Melalui program ini, penduduk bisa mengikuti tur gedung bersejarah, mencoba menjadi reporter cilik, menikmati aktivitas komunitas, hingga mengakses sejumlah jasa publik.

Rano mengatakan program tersebut digagas berbareng Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar masyarakat dapat memandang langsung aktivitas dan akomodasi pemerintah nan selama ini mungkin hanya diketahui melalui media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kita memulai membuka nan disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya jika Betawi bilang bukan balai, bale. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat, bukannya bale kita," kata Rano saat meresmikan Launching Program Namu Balai Kota di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10).

Ia menjelaskan konsep tersebut terinspirasi dari budaya Betawi nan lekat dengan bale sebagai ruang untuk menerima tamu. Menurutnya, Balai Kota perlu menjadi tempat nan terbuka bagi masyarakat, bukan sekadar kompleks perkantoran pemerintah.

Rano juga menyebut gedung Balai Kota menyimpan cerita tentang perjalanan Jakarta. Ia mengatakan gedung tersebut dibangun sekitar 1890. Melalui program ini, visitor dapat mengenal sejarah gedung dan beragam ruang di dalamnya dengan didampingi pemandu tur.

"Ini pemandangan Balai Kota. Balai Kota ini dibangun tahun kira-kira 1890. Tapi kelak ada tour guide nan bakal menyampaikan. Kalau Bapak nan nyampein, entar iba nan tour guide-nya," ujarnya.

Rano mengatakan penyelenggaraan program tetap bakal terus disempurnakan. Ia berambisi Namu Balai Kota menjadi salah satu aktivitas nan dapat dinikmati masyarakat menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.

"Tentu aktivitas ini baru kita mulai, pasti tidak bakal sempurna. Tapi setiap kali kita bakal terus menyempurnakan. Apalagi, Bapak-Ibu sekalian, insyaallah tahun depan kita bakal berumur 500 tahun," kata Rano.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan Namu Balai Kota dirancang untuk membuka ruang-ruang pemerintahan sebagai ruang publik nan dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pada akhir pekan.

"Namu Balai Kota ini membuka pintu-pintu ruang Balai Kota sebagai ruang publik bagi penduduk untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahannya, dan dipakai untuk kebutuhan masyarakat Kota Jakarta," kata Marulina dalam kesempatan sama.

Marulina mengatakan program tersebut telah diuji coba pada 3 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 300 visitor nan mendaftar melalui aplikasi JAKI dan situs Jakarta.go.id. Pendaftaran diterapkan untuk mendata visitor sekaligus menjaga kondisi gedung nan mempunyai nilai sejarah.

Berdasarkan hasil uji coba, Pemprov DKI berencana melanjutkan Namu Balai Kota setiap dua minggu sekali selama 2026. Pelaksanaannya melibatkan beragam pihak, antara lain Himpunan Pramuwisata Indonesia, organisasi Abang None, Jakarta City Branding, serta organisasi perangkat wilayah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam program ini, visitor dapat mengikuti tur nan menyusuri sejumlah area, mulai dari Pendopo hingga bagian lain kompleks Balai Kota, termasuk Blok G. Anak-anak juga bisa mengikuti aktivitas Kids on Air di Studio Berita Jakarta untuk mencoba pengalaman menjadi reporter dan mengenal proses produksi berita.

Selain itu, organisasi movie dapat memanfaatkan Ruang Pola di lantai dua untuk pemutaran movie dan memperkenalkan karya kepada masyarakat. Balai Kota juga menyediakan ruang bagi aktivitas komunitas, pagelaran musik, permainan tradisional, serta aktivitas seni dan budaya.

Marulina mengatakan pembukaan ruang-ruang tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada organisasi untuk berkegiatan di akomodasi publik nan selama ini belum tentu mudah mereka akses.

"Jikalau mereka punya kesulitan untuk mengakses ruang-ruang publik, maka Balai Kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas," ujarnya.

Selain tur dan aktivitas komunitas, Namu Balai Kota menghadirkan sejumlah jasa publik dalam satu lokasi. Layanan tersebut mencakup pengurusan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, serta jasa manajemen kependudukan dan perizinan berusaha.

Masyarakat juga dapat mengikuti aktivitas pilah sampah, training penggunaan perangkat pemadam api ringan, serta membuka rekening Bank Jakarta.

Program ini turut menghadirkan aktivitas edukasi dan produktivitas bagi penduduk dari beragam golongan usia. Dengan begitu, kunjungan ke Balai Kota tidak hanya ditujukan untuk mengenal sejarah gedung, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti aktivitas dan memanfaatkan jasa nan tersedia.

Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI. Masyarakat dapat memeriksa info pendaftaran serta agenda aktivitas sebelum berkunjung.

(del/agt)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑