
Ramalan Nostradamus kembali viral di tengah Perang AS-Israel dengan Iran.
JAKARTA – Sebuah ramalan berumur nyaris 470 tahun dari Nostradamus tentang “perang tujuh bulan” kembali viral di media sosial di tengah bentrok antara Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran nan belum menunjukkan tanda-tanda bakal berakhir. Ramalan Nostradamus ini ditafsirkan sebagai ancaman bahwa bentrok dunia bakal berjalan lebih lama dan dampaknya semakin parah.
Dilansir Economic Times, ramalan tersebut tertulis dalam corak quatrains (puisi empat baris) dalam karya Nostradamus nan terkenal, Les Prophéties, diterbitkan pada 1555. Kalimat nan sering dikutip berbunyi: “Seven months great war, people dead through evil / Rouen, Evreux the King will not fail”, nan sekarang ditafsirkan banyak orang sebagai ancaman bentrok dunia selama sekitar tujuh bulan dengan korban jiwa besar.
Penafsiran dari Kalimat nan Samar
Seperti nubuat lainnya dari Michel de Nostradamus, astrolog Prancis abad ke‑16 nan dikenal lewat kumpulan puisi alegoris tentang masa depan, kalimat quatrains ini mempunyai makna samar sehingga bisa ditafsirkan sesuai situasi politik terbaru.
Dalam beberapa quatrains-nya, Nostradamus memang menyebut peperangan, kota-kota Eropa—termasuk Rouen dan Évreux—serta figur nan disebut “Raja” nan tidak “gagal” alias runtuh. Namun, tidak ada rujukan waktu nan jelas; tidak ada indikasi tahun alias abad spesifik, sehingga setiap generasi bisa membaca ramalan ini seolah ditujukan untuk zamannya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·