Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Youtuber Muhammad Jannah namalain Bigmo mengenai dugaan membujuk anak di bawah umur mempromosikan liquid vape alias rokok elektrik saat live streaming pada Senin (10/8) pekan depan.
"Pihak terlapor ataupun pihak nan dilaporkan dijadwalkan menjalani penjelasan pada Senin 10 Agustus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (7/8).
Budi mengatakan pada Jumat kemarin, penyelidik Direktorat Reserse PPA dan PPO juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi F. Kata dia, saksi dimintai penjelasan sebagai nan memandang dan menyimpan materi video nan dilaporkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menyebut sejauh ini tim penyelidik juga telah meminta penjelasan kepada pihak nan mengadukan peristiwa ini, termasuk mengamankan peralatan bukti berupa live streaming, hasil live streaming, cuplikan video, serta arsip pendukung lainnya.
"Penyidik juga telah meminta keterangan dari orang tua dan 4 anak nan muncul dalam video dengan pendampingan dari pihak keluarga, serta mendatangi PT TLI untuk mendalami hubungan kerja dengan pihak nan dilaporkan," tutur Budi.
Youtuber Bigmo sebelumnya telah diadukan ke Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya buntut diduga membujuk sejumlah anak di bawah umur untuk mempromosikan liquid vape melalui tayangan live streaming.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan praktik nan mengeksploitasi anak untuk mempromosikan produk nan tidak diperuntukkan bagi mereka merupakan pelanggaran serius dan tidak dapat ditoleransi.
"Anak-anak kudu dilindungi dari segala corak pemanfaatan di ruang digital. Konten nan melibatkan anak untuk mempromosikan produk vape jelas bertentangan dengan semangat perlindungan anak dan tidak sepatutnya mendapat ruang di platform digital," kata Meutya dalam keterangannya, Minggu (2/8).
Di sisi lain, Bigmo telah menyampaikan permintaan maaf mengenai aksinya tersebut lewat sebuah video nan diunggah di akun Youtubenya, Niceguymo.
"Saya Muhammad Janah alias nan biasa dikenal sebagai Bigmo. Melalui video ini saya mau menyampaikan permintaan maaf nan sebesar-besarnya atas tindakan dan perkataan saya nan telah menimbulkan kegaduhan dalam beberapa hari terakhir. Saya mengakui bahwa apa nan saya lakukan adalah sebuah kesalahan dan tidak dapat dibenarkan," tutur dia.
(dis/kid)
[Gambas:Video CNN]
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·