Korban mutilasi di Depok, Kunaefi (51), nan sebagian tubuhnya ditemukan di Lapangan Kavling Depkes, Pancoran Mas, disebut tidak mempunyai masalah dengan lingkungan sekitar.
Hal itu diungkapkan Edy Supriyana, Ketua RT di lingkungan tempat tinggal korban. Menurutnya, korban termasuk penduduk nan aktif dalam aktivitas lingkungan.
"Iya korban tidak ada masalah sih dengan lingkungan. Jadi jika misalnya kita ada aktivitas kerja bakti, jika pas memang ada di sini ya, dia hadir," ujar Edy saat ditemui, Jumat (7/8).
Dia juga menceritakan keseharian korban beberapa bulan terakhir. Karena sedang tidak aktif bekerja, korban kerap menghabiskan waktu berbareng keluarga.
"Bahkan beberapa bulan ini, lantaran korban juga istilahnya sedang tidak aktif di pekerjaan, dia sebagai sales. Dia dalam waktu-waktu nan memungkinkan, misalnya Maghrib, Isya, Subuh, membawa anak-anaknya salat berjemaah di masjid," jelasnya.
Dari riwayat pekerjaan, korban sebelumnya pernah bekerja di beragam tempat, apalagi hingga ke Palu sebagai kontraktor.
Pekerjaan terakhirnya sebagai pemasok penjualan produk penjernih air.
"Sampai terakhir ini, berkepentingan sebagai pemasok penjualan itu, produk penjernih air, misalnya beli tabung apa gitu," ujarnya.
Hilang Sejak 23 Juli
Korban diketahui lenyap sejak Rabu (23/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Laporan kehilangan baru dibuat keesokan harinya oleh istri korban dan dibantu warga.
"Korban lenyap ya tanggal 24, kita membikin laporan tanggal 24 dari istri. Korban hilang, dia sementara tidak kembali ke rumah," ujarnya.
Berdasarkan keterangan warga, terakhir kali korban terlihat keluar dari rumah diantar oleh Satpam dan seseorang berjulukan Edward di pos depan RT.
"Pergi sejak tanggal 23, jam 15.30-an lah. Itu ada nan mengetahui, waktu itu di depan, di pos depan. Satpam dan Pak Edward, di wilayah RT. Kadang-kadang nongkrong di depan, saya lihat Pak Nepi (Kunaefi) keluar," kata Edy.
"Hanya memang pada saat itu, kita nggak jelas tuh, lantaran kita menghadap ke dalam, jadi nggak begitu kelihatan, dia apa belok kiri apa belok kanan," tambahnya.
Dari keterangan keluarga, korban saat itu pamit pergi ke Bojong Gede untuk menemui sepupunya. Korban juga membawa tas berisi pamflet produk nan bakal ditawarkan.
"Mau ketemu dengan sepupunya, sembari bawa tas nan isinya brosur-brosur produk dari peralatan nan bakal ditawarkan," jelasnya.
Namun semenjak hari itu, keberadaan Kunaefi tak lagi terlihat. Berujung penemuan jasadnya nan sudah termutilasi.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan Saepullah (26) sebagai tersangka pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Kunaefi. Polisi menduga pembunuhan telah direncanakan untuk menguasai sepeda motor dan peralatan milik korban.
Pada Kamis (6/8), interogator membawa tersangka ke Kali Licin, Pitara, Pancoran Mas, Depok, untuk menunjukkan letak pembuangan potongan kaki korban.
Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya berbareng anjing pencari K-9 menyisir aliran sungai berasas pengakuan tersangka. Namun hingga kini, dua potongan kaki korban belum sukses ditemukan.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·