Raisa Tinggalkan Sisi Lembutnya demi Jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Raisa saat konvensi pers dan latihan musik Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Raisa bakal tampil sebagai tokoh utama Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026: Hikayat Srikandi Nusantara. Bukan hanya membawakan lagu-lagu Nusantara, penyanyi nan identik dengan gambaran lembut dan kalem itu juga kudu menjalani proses transformasi karakter nan menurutnya tidak mudah.

Raisa mengaku tantangan terberatnya justru bukan menyanyi, melainkan meninggalkan persona dirinya sendiri demi menjadi seorang ksatria.

“Hari pertama tuh ‘Raisa stop kelamar-kelamar’. Itu belum ada dialog, belum ada koreo. Hilangin dulu kelamar-kelamar dirimu, Anda adalah seorang ksatria mulai saat ini,” ujar Raisa saat konvensi pers dan latihan musik Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Pelantun Serba Salah itu mengatakan bahwa karakter Srikandi sangat berbeda dengan dirinya. Ia kudu belajar koreografi, dialog, hingga memahami argumen di kembali kemarahan dan keberanian Srikandi dalam cerita.

“Yang paling susah buat saya adalah memahami karakternya, memisahkan karakter saya nan original dengan karakter Srikandi ini. Kalau nyanyinya sih justru itu nan paling pede lantaran lagunya keren-keren, aransemennya keren banget,” katanya.

Raisa saat konvensi pers Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jumat (24/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Selain memerankan Srikandi, Raisa juga menjadi vokal utama dalam lagu Cahaya Hati. Cahaya Hati menjadi salah satu lagu tema krusial dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026. Menurutnya, lagu tersebut menjadi pengalaman nan berbeda dari karya-karya nan pernah dia nyanyikan sebelumnya.

“Aku belum pernah punya lagu kayak gini. Jadi saya bisa eksplorasi dari segi vokal, terus juga dari langkah saya membawakan lagunya,” ucap Raisa.

Lagu Cahaya Hati diciptakan oleh Eross Candra, gitaris Sheila On 7. Eross menjelaskan bahwa proses kreatifnya berbeda dari biasanya lantaran sejak awal lagu itu memang dirancang untuk menjadi bagian dari alur pertunjukan, sehingga nuansa, emosi, dan penempatannya di dalam cerita sudah dibayangkan sejak proses penulisan.

Raisa apalagi merekam lagu tersebut sebelum memulai latihan sebagai Srikandi. Namun setelah menjalani latihan di Yogyakarta dan membawakannya berbareng orkestra serta paduan suara, dia merasa lagu itu mempunyai makna nan jauh lebih dalam.

“Lagu Cahaya Hati ini memang core-nya Srikandi kelak di Pagelaran Sabang Merauke. Di sini tempatnya dia membangkitkan semangat pasukannya maupun semangat semua penonton nan ada di Indonesia Arena nanti,” tutur Raisa.

Yura Yunita Kembali Jadi Mahadewi, Janjikan Kejutan Baru

Yura Yunita saat konvensi pers dan latihan musik Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sementara itu, Yura Yunita kembali dipercaya memerankan tokoh Mahadewi untuk tahun ketiga berturut-turut. Ia menyebut Pagelaran Sabang Merauke sebagai ruang eksplorasi paling magis nan pernah dia rasakan sebagai seorang musisi.

Yura mengingat kembali tantangan nan pernah dia hadapi di dua jenis sebelumnya. Pada pagelaran sebelumnya, dia sempat tampil dengan segmen terbang dari ketinggian sekitar 20 meter. Tahun ini, menurutnya, tantangan nan disiapkan justru lebih besar lagi.

“Tantangannya tentu lebih luar biasa lagi. Aku pengin berteriak, tapi kata Bu Silvi jangan dulu. Jadi kudu nonton langsung kelak di Indonesia Arena,” ujar Yura sembari tertawa.

Selain tantangan teknis, Yura juga kudu menghadirkan sosok Mahadewi nan menurutnya sangat magis dan sakral. Ia mengaku kudu betul-betul masuk ke dalam karakter agar aura nan dipancarkan di atas panggung terasa utuh.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara dan bakal melibatkan sekitar 1.700 seniman, termasuk orkestra, paduan suara, penyanyi, musisi, dan 387 penari dari beragam wilayah di Indonesia.

Sutradara Rusmedie Agus mengatakan bahwa seluruh proses imajinatif pagelaran ini dibangun di atas semangat nan sama, ialah cinta terhadap budaya Indonesia.

“Ketika semua orang nan terlibat meletakkan cinta di atas segala kepentingannya, maka semuanya bisa dilakukan dengan sangat menyenangkan,” ujar Rusmedie.

Pertunjukan ini dijadwalkan berjalan pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, dengan menghadirkan kisah-kisah wanita Nusantara seperti Srikandi, Mahadewi, Dayang Sumbi, Calon Arang, hingga ibu dari Malin Kundang dalam satu panggung musikal kolosal.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan