BNI Raup Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tembus Rp968,5 Triliun

Sedang Trending 56 menit yang lalu

BNI Raup Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tembus Rp968,5 Triliun

BNI Raup Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tembus Rp968,5 Triliun (Foto: Dokumentasi BI)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) alias BNI meraup untung bersih Rp10,8 triliun pada semester I-2026. Sementara hingga akhir Juni 2026, angsuran BNI tumbuh 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun. Pencapaian keahlian ini di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik serta ekonomi dunia nan dinamis.

Pertumbuhan angsuran nan sehat dan terdiversifikasi dengan baik, struktur pendanaan nan kuat, kualitas aset nan terjaga, serta transformasi upaya nan berkepanjangan menjadi fondasi BNI dalam menciptakan pertumbuhan nan berbobot dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan terus memperkuat esensial upaya melalui strategi pertumbuhan nan berorientasi pada kualitas, penguatan upaya inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan. 

"Di tengah perubahan lingkungan upaya nan semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem nan mempunyai prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi jasa bagi pengguna di setiap segmen," ujar Putrama di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Putrama, arah pengembangan upaya tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia nan menitikberatkan pada penguatan esensial perusahaan, penerapan tata kelola nan profesional, serta pembuatan nilai secara berkelanjutan. 

Transformasi Digital Perkuat Produktivitas Bisnis 

Transformasi digital dan penguatan jaringan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan upaya BNI. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110% secara tahunan. 

Sementara pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu, dengan volume transaksi tumbuh 17% secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan kanal digital BNI oleh pengguna ritel maupun korporasi. 

Dari sisi jaringan, penerapan BRAVE alias Branch, Region & Area Value Empowerment sekarang telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program tersebut memperkuat kegunaan instansi bagian sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mengoptimalkan potensi upaya di setiap daerah. 

Putrama menuturkan, transformasi digital dan penerapan BRAVE merupakan bagian dari strategi jangka panjang BNI untuk membangun organisasi nan semakin lincah, memperkuat kapabilitas bisnis, serta menghadirkan jasa nan relevan dengan kebutuhan nasabah. 

"Melalui BRAVE, setiap wilayah dan instansi bagian mempunyai peran nan semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah," ujar Putrama. 

Dengan penguatan strategi bisnis, transformasi organisasi, dan digitalisasi nan dijalankan secara konsisten, BNI optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com