Ilustrasi Planet Merah Muda GJ504b dan awan asin nan ditemukan oleh JWST(Robert Lea (dibuat dengan Canva))
PARA astronom baru saja mengungkap kejutan tak terduga dari planet luar tata surya nan terkenal dijuluki sebagai "Planet Pink" alias planet merah muda. Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para intelektual mendeteksi adanya kandungan garam serta struktur kimia eksotis pada atmosfer objek langit tersebut. Penemuan ini menjadi lompatan besar dalam studi objek dingin di luar sistem tata surya kita.
Objek berjulukan GJ504b ini pertama kali ditemukan pada tahun 2013 dan mengorbit sebuah bintang mirip mentari nan berjarak sekitar 57 tahun sinar dari Bumi. Memiliki massa sekitar 25 kali lipat dari Jupiter, GJ504b sebenarnya memicu perdebatan di kalangan ilmuwan.
Alih-alih planet gas raksasa, objek ini kemungkinan adalah sebuah brown dwarf (katai cokelat), ialah julukan untuk "bintang gagal" nan tidak mempunyai cukup massa untuk memicu fusi nuklir di intinya. Oleh lantaran itu, para astronom secara umum menyebutnya sebagai planetary-mass companion (objek bermassa planet nan mengorbit bintang induk).
GJ504b merupakan salah satu objek bermassa planet terdingin nan pernah ditemukan melalui teleskop berbasis darat, dengan suhu mencapai 290 derajat Celsius. Meski terhitung dingin untuk ukuran objek antariksa, suhu tersebut tetap cukup panas untuk memanggang roti. Menariknya, info terbaru dari JWST menunjukkan planet ini juga mempunyai bahan pelengkap untuk membikin roti, ialah garam di dalam awan atmosfernya.
"Planet Pink adalah objek pendamping terdingin nan pernah ditemukan menggunakan instrumen berbasis darat," ujar ketua tim penelitian, Aneesh Baburaj dari Northwestern University. "Banyak tim di seluruh bumi melakukan pengamatan lanjutan untuk mempelajari cahayanya, tetapi objek ini terlalu redup untuk instrumen darat. Hal itu menjadikannya sasaran nan sempurna bagi JWST."
Baburaj menambahkan, "Ketika kami akhirnya mendapatkan spektrumnya, objek ini langsung terlihat menarik. Namun, setelah kami menggali info lebih dalam, kami menyadari bahwa ini tidak seperti apa pun nan pernah kami kajian sebelumnya."
Melalui kajian info JWST nan hanya menyantap waktu dua jam, jauh lebih sigap dibandingkan teleskop darat terbesar di bumi nan kandas mendeteksinya meski telah mengawasi sepanjang malam, tim intelektual menemukan kombinasi kimia nan kaya seperti air, karbon dioksida, metana, dan amonia. Menariknya, pemodelan atmosfer planet ini baru bisa cocok dan masuk logika secara fisika setelah intelektual memasukkan aspek keberadaan awan garam di lapisan atmosfer dalamnya.
"Ini adalah pertama kalinya kami menemukan bahwa awan garam sangat krusial untuk menjelaskan spektrum sebuah objek," jelas Baburaj.
Meski misteri atmosfernya mulai terkuak, asal-usul GJ504b tetap menyisakan tanda tanya. Kandungan komponen berat nan melimpah membikin para peneliti belum bisa memastikan apakah objek unik ini terbentuk secara alami seperti planet, alias lahir layaknya sebuah bintang. Penelitian mendalam mengenai penemuan ini telah resmi diterbitkan dalam The Astronomical Journal. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·