Rahasia Fase Bulan Baru: Cara Kerja dan Urutannya dalam Siklus Bulan

Sedang Trending 2 hari yang lalu
 Cara Kerja dan Urutannya dalam Siklus Bulan Ilustrasi(Magnific)

Fase bulan baru alias new moon merupakan salah satu kejadian astronomi rutin nan terjadi setiap bulannya. Pada fase ini, Langit malam condong tampil lebih gelap lantaran permukaan Bulan nan mengahadap ke Bumi tidak mendapatkan paparan sinar mentari secara langsung.

Secara astronomis, bulan baru terjadi ketika posisi Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari. Pada momen ini, sisi Bulan nan membelakangi Bumi mendapat pencahayaan penuh dari Matahari, sementara sisi nan menghadap ke Bumi berada dalam bayangan. Oleh lantaran itu, Bulan baru biasanya tidak terlihat dari permukaan Bumi, selain jika lintasannya berada tepat sejajar di depan Matahari dan memicu terjadinya eklips matahari.

Siklus ini berulang kurang lebih sekali setiap bulan seiring lama orbit Bulan mengelilingi Bumi. Namun, lantaran bagian orbit Bulan mempunyai kemiringan tertentu terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari, Bulan tidak selalu menutupi Matahari pada setiap fase bulan baru.

Fenomena Cahaya Bumi (Earthshine)

Pada malam-malam sebelum alias sesudah fase bulan baru terjadi, masyarakat sering kali dapat mengawasi corak Bulan sabit nan sangat tipis. Pada momen tersebut, kadang terlihat kejadian menarik nan dikenal sebagai Earthshine alias Da Vinci glow.

Melalui kejadian ini, bagian piringan Bulan nan tidak terkena sinar mentari langsung tetap dapat terlihat samar-samar dengan kilau berwarna abu-abu kebiruan. Efek visual ini muncul akibat pantulan sinar mentari dari permukaan Bumi nan memancar ke permukaan Bulan.

Fenomena Black Moon

Dalam kurun waktu tertentu, dapat terjadi kejadian unik nan dijuluki Black Moon. Istilah Black Moon bukanlah julukan resmi dalam astronomi, melainkan istilah terkenal nan merujuk pada dua kondisi:

  • Kemunculan fase bulan baru kedua dalam satu bulan almanak nan sama.
  • Kemunculan fase bulan baru ketiga dalam satu musim nan mempunyai empat kali bulan baru.

8 Urutan Fase Utama Bulan

Seiring bergeraknya Bulan mengelilingi Bumi, perspektif pantulan sinar mentari nan sampai ke mata pengamat di Bumi terus berubah. Perubahan tersebut membentuk delapan fase utama secara berurutan:

  1. Bulan Baru (New Moon): Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Sisi nan menghadap Bumi tidak mendapat sinar mentari langsung.
  2. Sabit Muda (Waxing Crescent): Porsi pencahayaan mentari pada Bulan mulai terlihat membentuk sabit tipis.
  3. Kuartal Pertama (First Quarter): Bulan telah menempuh seperempat jalur orbitnya. Separuh piringan Bulan tampak terang dari Bumi.
  4. Cembung Muda (Waxing Gibbous): Area Bulan nan diterangi mentari terus bertambah hingga lebih dari separuh piringan.
  5. Bulan Purnama (Full Moon): Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Seluruh piringan Bulan nan menghadap Bumi terpapar sinar mentari secara penuh.
  6. Cembung Tua (Waning Gibbous): Porsi permukaan Bulan nan terang mulai berkurang kembali.
  7. Kuartal Ketiga (Last Quarter): Bulan berada di posisi tiga perempat perjalanan orbitnya, memperlihatkan separuh piringan nan berlawanan dari kuartal pertama.
  8. Sabit Tua (Waning Crescent): Area terang menyusut hingga menyisakan sabit tipis sebelum akhirnya Bulan kembali memasuki fase bulan baru. 

(Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia