Radiasi Katai Merah Diduga Hancurkan Atmosfer Planet Sub-Neptunus

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Radiasi Katai Merah Diduga Hancurkan Atmosfer Planet Sub-Neptunus Ilustrasi, planet sub-Neptunus.(Dok. Magnific)

PLANET sub-Neptunus dikenal sebagai salah satu jenis eksoplanet nan paling umum ditemukan di galaksi Bima Sakti. Planet ini mempunyai ukuran lebih besar dari Bumi namun lebih mini dari Neptunus, dengan radius sekitar dua hingga empat kali radius Bumi. Namun, sebuah anomali menarik perhatian para astronom saat meneliti sistem bintang katai merah.

Para astronom menemukan wilayah unik berjulukan Neptunian Desert, ialah area orbit nan sangat dekat dengan bintang induk di mana nyaris tidak ditemukan planet seukuran sub-Neptunus lantaran panas dan radiasi nan terlalu ekstrem.

Meskipun katai merah adalah jenis bintang nan paling melimpah di galaksi, planet sub-Neptunus justru sangat jarang ditemukan mengorbit bintang mini ini. Temuan tersebut memicu obrolan mendalam di kalangan intelektual mengenai penyebab kelangkaan tersebut.

Berdasarkan info dari Kepler Space Telescope dan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), jumlah sub-Neptunus di sekitar katai merah jauh di bawah perkiraan awal. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa radiasi ekstrem dari bintang induk adalah aspek utamanya.

Fenomena Penguapan Atmosfer

Pada masa awal pembentukannya, bintang katai merah mempunyai aktivitas magnetik nan sangat tinggi dan memancarkan radiasi ultraviolet (UV) dalam jumlah masif. Kondisi ini memicu kejadian nan disebut sebagai atmospheric mass loss alias hilangnya massa atmosfer akibat penguapan.

Planet sub-Neptunus nan awalnya mempunyai lapisan gas tebal perlahan kehilangan atmosfernya lantaran terpapar radiasi ekstrem secara terus-menerus. Setelah lapisan gas tersebut lenyap, nan tersisa hanyalah inti planet berbatu nan berukuran lebih kecil, sehingga tidak lagi diklasifikasikan sebagai sub-Neptunus.

Pengecualian dan Evolusi Planet

Meski kebanyakan planet hancur, terdapat pengecualian menarik seperti planet NGTS-4b nan tetap memperkuat di area ekstrem tersebut. Ilmuwan menduga planet ini mempunyai inti nan sangat padat alias baru beranjak orbit (migrasi) setelah fase radiasi aktif bintang induknya mulai melemah.

Penelitian terhadap sistem planet di sekitar katai merah juga menunjukkan bahwa sub-Neptunus nan sukses memperkuat kemungkinan mempunyai atmosfer nan sangat tebal alias lapisan es di bawah permukaannya nan melindungi mereka dari erosi radiasi.

Kunci Pencarian Planet Layak Huni

Kajian mengenai akibat radiasi katai merah ini dinilai krusial untuk mendukung misi pencarian planet layak huni di masa depan. Dengan memahami gimana atmosfer planet memperkuat alias hancur, astronom dapat memetakan sistem bintang mana nan mempunyai kesempatan lebih besar untuk mendukung kehidupan.

Pemahaman ini membantu intelektual memperkirakan perkembangan jangka panjang sebuah planet, nan pada akhirnya bakal mengarahkan teleskop masa depan ke sasaran nan lebih jeli dalam mencari tanda-tanda biologis di luar tata surya kita. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia