Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |18:16 WIB

Qris bisa di China (Foto: Okezone)
JAKARTA - Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menyambut baik langkah Bank Indonesia nan resmi memperluas konektivitas QRIS ke China.
Ketua Umum ASPI, Santoso Liem menilai kerjasama dua kekuatan ekonomi digital di Asia ini bakal membawa akibat besar, tidak hanya bagi sektor pariwisata tetapi juga penguatan hubungan upaya antar negara.
Santoso menjelaskan bahwa integrasi ini sangat strategis mengingat besarnya jumlah pengguna digital dan UMKM di kedua negara. Di Indonesia sendiri, ekosistem QRIS sudah menjangkau sekitar 45 juta pelaku UMKM.
"Bagus sekali lantaran ini adalah salah satu kerjasama. Karena China adalah ekonomi nan cukup besar, terutama sebagai pemain digital di sana. Dan Indonesia juga adalah pemain digital nan unggul juga. Jadi ini adalah kesempatan jika kerjasama bisa terjadi," ujar Santoso saat ditemui usai peluncuran di Gedung Bank Indonesia, Kamis (30/4/2026).
Saat ini, jasa QRIS lintas negara dengan China baru mencakup kerja sama dengan UnionPay dan Alipay. Namun, Santoso mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemungkinan untuk mengintegrasikan pemain besar lainnya seperti WeChat Pay dan Mobile Payment Companion (MPC).
Meski Indonesia secara teknologi sudah siap, China tetap dalam proses mengintegrasikan beragam pemainnya ke dalam satu platform tunggal nan bisa melayani transaksi internasional.
"Kalau WeChat-nya sedang dieksplor. Karena ini ada aspek teknologi nan kudu diinterkoneksikan di antara mereka sendiri. Di Indonesia sebenarnya sudah tidak ada masalah. Di mereka nan ada masalah lantaran baru dua kan (Alipay dan UnionPay). Mereka kudu mengintegrasikan, mereka kudu merubah menjadi satu platform," jelas Santoso.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·