PVMBG Catat Erupsi Anak Krakatau Masih Terjadi hingga Sabtu Pagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Gunung Api Anak Krakatau masih terjadi hingga Sabtu (5/9) pagi ini.

Kepala PVMBG Rita Susilawati menyampaikan pada Sabtu pagi, aktivitas erupsi Gunung Api Anak Krakatau tetap teramati, terutama di pos pengamatan gunung api (PGA) Pasauran.

"Sampai saat ini pun, kita tetap memantau tetap terjadi erupsi di Gunung Api Anak Krakatau ini, tetap terdengar, tetap ada erupsi. Nah, di pagi hari memang di pos pengamatan, kami mengawasi juga terdengar bunyi gemuruh dari pos PGA Krakatau Pasauran," kata Rita dalam bertemu pers daring pada Sabtu (5/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Rita berujar tinggi kolom erupsi tidak bisa teramati. Pihaknya hanya merekam secara visual warna merah menyala nan menandakan erupsi terus berlangsung.

"Erupsi menerus ini terjadi dalam lama beberapa jam, dan untuk di Anak Krakatau ini, memang erupsi menerus dengan semburan lava. Ini kejadian umum," ucap Rita.

Rita memaparkan Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif jenis A nan sudah beberapa kali tercatat mengalami erupsi.

Salah satunya, pada 1883, ketika Krakatau mengalami erupsi besar hingga memicu tsunami.

Erupsi Anak Krakatau terakhir tercatat pada 2 Juli 2026, nan kemudian ditetapkan PVMBG sebagai level tiga siaga. Hingga saat ini, level tersebut tetap berlaku.

"Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Api Anak Krakatau tetap dalam level 3 siaga. Potensi ancaman bahaya erupsi saat ini berasal dari aliran lava nan dapat disertai dengan lontaran batu pijar," ucap Rita.

Rita menyampaikan aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sebab pertumbuhan tubuh gunung Anak Krakatau tetap relatif kecil.

"Hasil pertimbangan kami, pertumbuhan tubuh gunung anak Krakatau nan terbentuk kembali pasca erupsi Desember 2018 ini tetap relatif mini dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala nan dapat memicu tsunami. Oleh lantaran itu masyarakat tidak usah khawatir, insya Allah perkembangan ini tidak memicu terjadinya tsunami," ucapnya.

Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi pada Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Berdasarkan catatan dari Magma Indonesia milik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), ini merupakan aktivitas vulkanik terbaru Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau alias beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Bersamaan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau, sejumlah masyarakat di wilayah Jawa Barat melaporkan bunyi dentuman hingga getaran.

[Gambas:Video CNN]

(blq/agt)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional