Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Maskapai Rugi Besar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2026 |14:30 WIB

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Maskapai Rugi Besar

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Maskapai Rugi Besar (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan hingga Papua mengganggu operasional industri penerbangan nasional sejak pertengahan Agustus 2026. 

Penurunan jarak pandang akibat paparan kabut asap pekat memaksa maskapai melakukan penundaan jadwal, pengalihan pendaratan, hingga pembatalan penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang.

"Kabut asap karhutla sudah berakibat nyata terhadap operasional maskapai secara industri lantaran visibility turun di bawah pemisah kondusif untuk lepas landas maupun mendarat. Di Bandara Singkawang terjadi pembatalan rute Jakarta-Singkawang pulang-pergi untuk TransNusa dan Super Air Jet pada 16, 18, dan 19 Agustus, sementara di Bandara Supadio Pontianak tercatat sedikitnya 21 penerbangan delay dan satu dialihkan ke Batam," kata Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Pada pembatalan penerbangan di Singkawang per 16 Agustus lalu, tercatat ratusan penumpang terdampak, masing-masing 174 penumpang berangkat dan 153 penumpang datang pada TransNusa, serta 180 penumpang berangkat dan 87 penumpang datang pada Super Air Jet nan diberikan opsi pengembalian biaya penuh alias penjadwalan ulang cuma-cuma selama tujuh hari. 

Selain Kalimantan Barat, pekatnya asap juga mengganggu penerbangan NAM Air di Bandara Iskandar Pangkalan Bun serta rute Wings Air Timika-Nabire di Papua nan tertunda lantaran jarak pandang hanya mencapai 2,6 kilometer dari pemisah minimum pilot sebesar 5 kilometer.

"Kualitas udara di Palangka Raya apalagi sempat menyentuh indeks rawan alias AQI 487 nan memperparah keterlambatan di Pangkalan Bun, begitu pula rute perintis di Nabire. Keterlambatan penerbangan rata-rata berjalan 1-2 jam, dan kondisi paling parah terjadi pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB saat jarak pandang ambruk di kisaran 1.000 meter," jelas Bayu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com