Putin Sebut Inggris "Main Api", Siaga NATO Jadi Sasaran Berikutnya

Sedang Trending 21 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memperingatkan Inggris bahwa dukungannya terhadap Ukraina dapat memicu serangan jawaban terhadap sasaran militer, termasuk sasaran nan berada di luar wilayah Ukraina. Ancaman ini muncul di tengah laporan bahwa Direktur CIA John Ratcliffe memperingatkan Kremlin agar tidak menyerang negara personil NATO dalam kunjungan rahasianya ke Moskow pekan ini.

Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham pada Senin (24/8/2026) menyatakan London bakal memberikan akses kepada Kyiv terhadap teknologi rahasia untuk memulai produksi sendiri rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow.

Prancis juga telah menyatakan kesediaannya memasok teknologi rudal kepada Ukraina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova kemudian memperingatkan Inggris dan Prancis mengenai support tersebut. "Inggris dan Prancis sedang 'bermain api'," kata Zakharova, Kamis (27/8/2026), sebagaimana dilansir The Guardian.

Menanggapi ancaman terbaru Moskow, pejabat Kementerian Pertahanan Inggris justru kembali menegaskan support London kepada Ukraina.

"Inggris berdiri bahu-membahu berbareng Ukraina dan kami berkomitmen menyediakan peralatan nan dibutuhkan Ukraina untuk mempertahankan diri dari invasi terlarangan Putin. Rusia tidak boleh meragukan tekad pemerintah ini untuk melawan agresi Rusia, baik di Ukraina maupun terhadap Inggris dan sekutu-sekutu kami," ujarnya.

Di tengah saling ancam tersebut, Wall Street Journal melaporkan kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow pada Selasa dilakukan setelah badan intelijen AS menilai Rusia kemungkinan tengah mempertimbangkan upaya untuk menguji respons NATO melalui serangan terbatas terhadap salah satu negara personil aliansi.

Serangan tersebut dapat berbentuk serangan siber hingga serbuan berskala kecil, nan kemungkinan dilakukan di salah satu negara Baltik.

Kunjungan Ratcliffe disebut berjalan secara tertutup dan menjadi sorotan lantaran adanya kekhawatiran di Washington mengenai niat Rusia terhadap NATO.

Adapun Rusia diyakini tengah mempertimbangkan peningkatan eskalasi dalam perang melawan Ukraina setelah berbulan-bulan menghadapi serangan Ukraina nan makin intensif terhadap kilang minyak dan akomodasi lainnya di wilayah Rusia.

Serangan tersebut mulai memberikan tekanan ekonomi nan makin besar terhadap Moskow.

Kremlin juga menggunakan retorika nan makin keras. Sebagian besar pernyataan tersebut ditujukan kepada publik domestik ketika perang Ukraina semakin mendekati wilayah Rusia sendiri.

Dalam beberapa hari terakhir, Rusia apalagi mengangkat ancaman penggunaan senjata nuklir terhadap Jepang mengenai klaim teritorial Tokyo atas Kepulauan Kuril nan disengketakan.

Moskow juga menggambarkan hubungannya dengan Washington berada dalam kondisi "krisis" dan pada titik terendah dalam sejarah.

Di tengah ketidakpastian tersebut, negara-negara NATO nan berbatasan dengan Rusia mulai mempercepat peningkatan kesiapan militernya.

Polandia, misalnya, mengumumkan pada pekan ini telah menerima pengiriman pertama tank tempur utama Black Panther buatan Korea Selatan. Tank-tank tersebut bakal ditempatkan di dekat perbatasan dengan wilayah Kaliningrad milik Rusia.

Wakil Menteri Pertahanan Polandia Cezary Tomczyk sebelumnya mengatakan Warsawa tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bentrok berskala penuh.

"Kami bersiap untuk perang, dengan angan perang itu tidak pernah terjadi," kata Tomczyk kepada Super Express.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News