Jakarta, CNBC Indonesia - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal memberikan pembekalan dalam persiapan keberangkatan bagi penerima danasiwa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Atas rencana ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara.
Purbaya membantah keterlibatan TNI dalam aktivitas Persiapan Keberangkatan (PK) bagi penerima danasiwa LPDP mengandung tujuan militer. Menurutnya pembekalan dari TNi dilakukan untuk memperkuat disiplin dan rasa nasionalisme para penerima danasiwa LPDP. Adapun, latihan bentuk seperti push-up dan sit-up, bagian dari kedisiplinan.
"LPDP itu ada pembekalan lebih lanjut dalam perihal dari TNI, bukan untuk perang tapi untuk melatih, memperkuat rasa nasionalisme mereka. Biasanya jika sit-up, push-up, itu disiplin itu kan latihan itu sebetulnya, latihan kecintaan ke negara. nan disiplin itu kecintaan ke negaranya," kata Purbaya kepada pewarta di instansi Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Purbaya menekankan pembekalan dari TNI ini juga krusial lantaran dapat memperkuat rasa cinta Tanah Air bagi penerima danasiwa LPDP di luar negeri. Purbaya tak mau lagi memandang penerima danasiwa LPDP nan menghina negara sendiri setelah lulus dan diberangkatkan di luar negeri.
"Jangan sampai kelak kayak waktu kemarin-kemarin, pergi keluar lenyap itu menghina-hina negara sendiri. Itu nan utama," tegas Purbaya.
Purbaya pun menegaskan anggaran tambahan untuk pembekalan TNI kepada peserta LPDP tidak besar. Menurutnya, nilainya relatif mini dan masuk ke dalam kategori investasi.
Bahkan, dia menuturkan biaya pembekalan tersebut tidak sebanding dengan biaya besar nan telah dikeluarkan negara untuk membiayai pendidikan penerima danasiwa LPDP di luar negeri.
"Enggak apa-apa, itu investasi. Kalau nambah sedikit, nggak banyak kan dibandingkan biaya mereka bertahun-tahun di luar negeri. Terus jika nggak balik, ruginya banyak saya," tegasnya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·