Sempat Tertahan Akibat Blokade AS, Iran Mulai Kirim 20 Juta Barel Minyak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kapal-kapal di Selat Hormuz, seperti terlihat dari Musandam, Oman, 14 Juni 2026. Foto: REUTERS/Stringer

Iran mulai mengirimkan minyak dalam jumlah besar nan sebelumnya tertahan akibat blokade Amerika Serikat (AS). Ini merupakan sebuah perkembangan nan berpotensi menjadi dorongan bagi Teheran setelah menandatangani kesepakatan tenteram sementara dengan Washington pada Rabu (17/6).

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (20/6), info pelayaran menunjukkan sebanyak 11 kapal tanker nan mengangkut total 20 juta barel minyak terdeteksi meninggalkan Pelabuhan Chabahar di Teluk Oman pekan ini. Sebelumnya, militer AS mencegah kapal-kapal tersebut berlayar menuju Samudra Hindia sebagai bagian dari upaya membatasi akses Iran terhadap pendapatan minyak dalam corak dolar. Sebagian besar ekspor minyak Iran diketahui dikirim ke China.

Peningkatan arus ekspor terjadi di tengah upaya Iran nan terus bersambung untuk mengatur kapal-kapal nan dapat melintas di Selat Hormuz serta sistem perlintasannya. Otoritas Negara Teluk Persia Iran, lembaga nan dibentuk untuk mengawasi lampau lintas pelayaran, menyatakan dalam arsip nan dipublikasikan di situs resminya bahwa perusahaan pelayaran wajib mengikuti jalur nan telah ditentukan. Dokumen itu juga menjelaskan bahwa kapal-kapal dapat dikenakan biaya alias tarif untuk melintas.

Meskipun nota kesepahaman nan ditandatangani Washington dan Teheran pada Rabu (17/6) dimaksudkan untuk membuka kembali arus perdagangan minyak dan gas dari area tersebut, tanda paling nyata dari peningkatan ekspor sejauh ini terlihat di Chabahar. Pelabuhan tersebut berada di luar Teluk Persia, dekat perbatasan Iran dengan Pakistan.

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz , seperti terlihat dari Musandam, Oman, 11 Juni 2026. Foto: REUTERS/Stringer

AS dan Iran telah menunda dimulainya perundingan mengenai kesepakatan tenteram permanen nan semula dijadwalkan berjalan di Swiss pada Jumat (19/6). Namun, penundaan nan terjadi setelah bentrok semalam antara Israel dan golongan Hezbollah nan didukung Iran di Lebanon Selatan tetap belum jelas apakah bakal memengaruhi lampau lintas pelayaran di Selat Hormuz dan Teluk Oman.

Pada Jumat (19/6) pagi, tidak terlihat kapal tanker non-Iran nan bergerak keluar dari Teluk Persia. Sebagai perbandingan, pada Kamis (18/6), terdapat kapal-kapal nan mengangkut nyaris 10 juta barel minyak nan terpantau berada di luar alias sedang melintasi Selat Hormuz. Kapal tanker super berkapasitas besar Tenzan nan kembali muncul di Teluk Oman juga diduga telah melintasi Selat Hormuz pada malam hari.

Namun, tetap terdapat kemungkinan ada arus pengiriman minyak lainnya nan baru bakal terungkap dalam beberapa hari ke depan. Hal ini lantaran semakin banyak kapal nan melintasi Selat Hormuz dengan mematikan transponder mereka dan memilih jalur pelayaran nan menempel di sepanjang pantai Oman.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan