Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, aliran modal asing kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia, beriringan dengan kembali menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sore ini.
Sebagaimana diketahui, pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), kurs rupiah memang kembali mengalami penguatan ke level Rp17.460/US$, setelah sebelumnya terus tertekan hingga ke level terlemah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.500/US$ pagi tadi.
"Asing juga masuk sih. Ini kayaknya bond-nya sudah mulai stabil lagi dan kita lihat ke depan seperti apa. Tapi nan jelas kita monitor kondisi di pasar bond sekarang," kata Purbaya di area Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Sebagaimana diketahui, imbal hasil alias yield surat berbobot negara (SBN) tenor referensi 10 tahun Indonesia memang mengalami penguatan per hari ini ke level 6,70 dari sebelumnya 6,73. Menjadi pertanda aliran modal asing sudah mulai masuk.
Penguatan ini pun seiring dengan rencana Purbaya melakukan stabilisasi bond yield Indonesia di pasar obligasi, melalui pemanfaatan skema biaya stabilisasi obligasi alias bond stabilization fund (BSF).
Skema ini kata dia bakal dijalankan segera oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).
"Nanti saya sudah perintahkan mereka untuk melakukan tindakan, kelak saya lihat hasilnya seperti apa. Ini bakal continue ke depan. Mungkin beberapa bulan ke depan melangkah seperti ini," tegas Purbaya.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·