Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara menghadang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026).(Antara)
ISTANA Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas membantah rumor perombakan alias reshuffle Kabinet Merah Putih. Penegasan ini sekaligus mematahkan spekulasi mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan nan saat ini dijabat oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan bahwa konsentrasi pemerintah saat ini bukanlah pada pergantian personel, melainkan pada penguatan sinergi antarlembaga otoritas moneter dan fiskal untuk menghadapi tantangan ekonomi global.
"Tidak ada rencana pergantian. Justru nan sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi nan keras, nan intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," ujar Prasetyo kepada awak media di Jakarta, Kamis (4/6).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor mengenai pengunduran dirinya dari kedudukan Menteri Keuangan RI. “Tidak benar,” tegas Purbaya singkat saat dikonfirmasi.
Rumor ini beredar usai Purbaya menghadiri Rapat Paripurna mengenai revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) di DPR RI.
Dampak Rupiah Rp18.000 terhadap APBN
Di tengah rumor politik kabinet, tekanan terhadap rupiah menjadi sorotan utama. Nilai tukar rupiah terpantau telah menembus level Rp18.000 per dolar AS, jauh di atas dugaan makro APBN nan ditetapkan sebesar Rp16.500 per dolar AS.
Meski demikian, Menkeu Purbaya memastikan bahwa pelemahan ini belum mengganggu keahlian pemerintah dalam bayar utang negara. Hal ini dikarenakan kebanyakan surat utang pemerintah menggunakan skema kembang tetap (fixed rate).
Analisis Dampak Kurs terhadap Utang:
- Kupon Surat Utang: Bersifat tetap (fixed rate), sehingga beban pokok tidak berubah secara drastis.
- Bunga Utang Valas: Diakui mengalami peningkatan beban pembayaran dalam denominasi rupiah.
- Fundamental: Pemerintah meyakini nilai esensial rupiah sebenarnya berada di bawah level Rp18.000.
Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terhadap beragam skenario nilai tukar, termasuk akibat lonjakan nilai BBM akibat bentrok geopolitik. "Pada dasarnya, esensial rupiah berada di bawah level nan sekarang. Lebih kuat dari nan sekarang," pungkasnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. (Ant/Mir/I-1)
| Kurs Rupiah Saat Ini | Rp18.000 per Dolar AS |
| Asumsi Kurs APBN | Rp16.500 per Dolar AS |
| Status Menkeu | Tetap Menjabat (Bantah Mundur) |
| Rencana Reshuffle | Tidak Ada (Konfirmasi Istana) |
English (US) ·
Indonesian (ID) ·