Purbaya Tentukan Nasib Dirjen Bea Cukai Pekan Depan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bakal menentukan nasib kedudukan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama pekan depan, setelah namanya terseret kasus dugaan suap Blueray Cargo.

"Ya kita lihat minggu depan ya," kata Purbaya di area Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Purbaya mengatakan, keputusan pencopotan alias tidak Djaka dari kedudukan Dirjen Bea Cukai lantaran kasus itu bakal sepenuhnya menanti perkembangan persidangan.

Namun, dia mengakui, kasus ini telah menjadi atensi Kepala Negara, hingga menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada dirinya untuk melakukan tindakan terhadap kedudukan Djaka alias tidak di Kementerian Keuangan.

"Ya kita ikutin perintahnya (presiden). Nanti kita lihat perkembangannya ya," tutur Djaka.

Sebagaimana diketahui, Jaksa penuntut umum (JPU) KPK mengungkap adanya pertemuan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama dengan pemilik Blueray Cargo, John Field. Pertemuan itu digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir detikcom.

Dalam sidang pada 21 Mei 2026, apalagi jaksa juga mengungkap adanya kode sampulsurat nomor 1 nan diperuntukkan bagi Dirjen Bea Cuka. Amplop kode 1 itu diduga Jaksa diberikan kepada mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, Rizal.

DJBC sebenarnya juga sudah memberikan keterangan resmi mengenai kasus nan menyeret nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama. Secara institusi, DJBC menyatakan menghormati proses norma nan sedang berjalan.

"Kami menghormati proses norma dan proses pembuktian nan sedang melangkah di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas prasangka tak bersalah. Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara," ucap Kepala Subditektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Budi Prasetiyo.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News