Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keungan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerimaan negara bakal naik 30% dari hasil kerja PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mengawasi lampau lintas ekspor komoditas sumber daya alam strategis Indonesia, seperti batu bara, minyak mentah kelapa sawit, hingga ferro alloy.
Purbaya menjelaskan, sasaran peningkatan pendapatan negara dari sisi perpajakan hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) itu diasumsikan dari tugas PT DSI untuk menghilangkan kebocoran penerimaan negara dari hasil ekspor komoditas nan selama ini terjadi bertahun-tahun.
"Dari bagian pemerintah, pajak dan lain-lain. Harusnya minimal tumbuh 30%," kata Purbaya saat ditemui di area Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Sebagaimana diketahui, pada tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara bakal mencapai Rp3.426 triliun dalam RAPBN tahun anggaran 2027, naik 6,8% dari outlook penerimaan sepanjang 2026 Rp 3.208,1 triliun.
Pendapatan negara itu targetnya bakal berasal dari penerimaan perpajakan Rp 2.908 triliun alias tumbuh 10,5% dari outlook tahun ini Rp 2.631,4 triliun, dan PNBP Rp 517,4 triliun, turun 10% dari outlook 2026 Rp 575,1 triliun.
Meski postur itu tak mencerminkan proyeksi pertumbuhan pendapatan negara nan naik signifikan, Purbaya optimistis keberadaan PT DSI bisa mendongkrak laju pertumbuhan setoran perpajakan dan PNBP lebih tinggi pada tahun ini maupun tahun depan.
"Harusnya meningkat dengan signifikan. Kalau kita asumsikan sumber daya alam ini ngibulnya separuhnya, let's say kita ambil itu, paling enggak saya bisa dapat 30% naik dari bagi hasil," paparnya.
PT DSI sendiri sudah mulai beraksi sejak 1 Juni 2026, dengan mulai memantau transaksi ekspor pada tiga komoditas strategis, ialah batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy (paduan besi).
Berikut adalah susunan komplit Pengurus PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI):
Dewan Komisaris
Presiden komisaris : M. Syaifurrahman Noer
Komisaris: Harold Tjiptadjaja
Komisaris: Tony Wenas
Komisaris Mari Elka Pengestu
Direksi
Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
Direktur Keuangan : Sinthya Roesly
Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
21 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·