Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, Destry merupakan sosok nan mempunyai pengalaman cukup untuk posisi Gubernur BI.
Di samping itu, Purbaya juga mengaku sudah pernah berada di instansi alias lembaga nan sama dengan Destry di masa lampau. Dari situ, tak pernah ada masalah dalam kerja sama nan dilakukan.
“Ya bagus, dia kan pengalamannya cukup dan sepengalaman saya cukup dekat. Dia waktu saya Ketua Dewan Komisioner LPS dia kan ex officio dari bank sentral jadi saya pikir bagus kita biasa koordinasi dan kerja sama dengan baik, jadi engga ada masalah,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/8).
Sebelumnya, Prabowo resmi mengusulkan nama Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo. Pengajuan tersebut disampaikan melalui surat presiden (surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memulai proses penentuan ketua bank sentral.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan DPR dan menyerahkan sejumlah surpres mengenai pergantian sejumlah pejabat negara.
Selain calon Gubernur BI, pemerintah juga mengusulkan calon pengganti untuk posisi Gubernur Senior BI, Deputi Gubernur BI, personil Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga calon duta besar untuk sejumlah negara sahabat.
“Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR, tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco nan sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres nan pertama adalah mengenai calon Gubernur Bank Indonesia disertai dengan calon Deputi Gubernur Senior,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senin (10/8).
Untuk posisi Gubernur BI, pemerintah hanya mengusulkan satu nama, ialah Destry Damayanti. Dengan pengajuan tersebut, proses penentuan Gubernur BI selanjutnya berada di tangan DPR sesuai dengan sistem dan ketentuan perundang undangan nan berlaku.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·