Rencana pemberlakuan skema duit muka alias down payment (DP) nol persen untuk pembelian Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai perlu dikaji secara matang.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa akomodasi DP nol persen memungkinkan untuk dieksekusi. Namun, dari kacamata manajemen akibat perbankan, langkah tersebut menyimpan potensi ancaman jika dijadikan kewenangan otomatis bagi semua kalangan.
"Secara teknis skema tersebut mungkin dilakukan. Namun, dari sisi kehati-hatian, duit muka nol persen semestinya merupakan akomodasi bagi debitur berbobot baik, bukan kewenangan otomatis setiap pembeli Molinas," kata Josua kepada kumparan, Jumat (21/8/2026).
Josua menekankan bahwa duit muka (down payment) bukan sekadar formalitas syarat administratif untuk membawa pulang sepeda motor, melainkan instrumen vital peminimalisir akibat bagi penyedia kredit.
"Ketika konsumen mengeluarkan uangnya di awal, jumlah pinjaman menjadi lebih mini sehingga komitmen untuk melunasi angsuran jadi lebih kuat. Sebaliknya, dengan duit muka nol persen, seluruh nilai kendaraan dibiayai penuh oleh angsuran sejak hari pertama," tutur Josua.
Risiko pembiayaan ini berpotensi melonjak drastis pada kendaraan listrik akibat perubahan nilai unit bekasnya. Nilai jual kembali motor listrik sangat berjuntai pada kondisi kesehatan baterai, pesatnya perkembangan teknologi, serta belum stabilnya pasar kendaraan listrik bekas.
"Dalam kondisi kandas bayar, hasil penjualan kembali kendaraan bisa jauh lebih mini daripada sisa tanggungjawab debitur. Kerugian akhirnya beranjak ke bank alias perusahaan pembiayaan," jelasnya.
Oleh lantaran itu, Josua mendorong pemerintah dan perbankan untuk merancang parameter mitigasi sejak awal. Pemantauan ketat kudu dilakukan terhadap rasio angsuran bermasalah 30 hingga 90 hari, tingkat penarikan kendaraan, hingga nilai jual kembali unit di pasar.
"Saya mendukung duit muka nol persen sebagai akomodasi selektif, tetapi tidak mendukung duit muka nol persen sebagai kebijakan massal. Molinas memang perlu dipercepat, tetapi jangan sampai akibat industri dipindahkan kepada neraca bank dan perusahaan pembiayaan," tegas Josua.
Sebelumnya, saat peluncuran Molinas di Cikarang, Bekasi, Kamis (13/8/2026) , Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan skema kepemilikan Molinas. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar nasional untuk menekan tingkat konsumsi BBM dan beban emisi di kota-kota besar.
Prabowo juga menekankan, selain penurunan suku kembang cicilan, pemerintah juga mengupayakan skema pembelian tanpa duit muka alias down payment (DP).
"Jadi kelak jika ada nan tetap pakai motor bensin, ya rasain sendiri. Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin, penghematannya minimal 50 persen," kata Presiden RI, Prabowo Subianto saat peresmian motor listrik nasional di Cikarang, Bekasi, Kamis (13/8/2026).
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·