Purbaya Sidak Tanjung Priok, Soroti Penumpukan 3.100 Kontainer

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2026 |13:27 WIB

Purbaya Sidak Tanjung Priok, Soroti Penumpukan 3.100 Kontainer

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Okezone.com/IMG)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah ini dilakukan menyusul adanya penumpukan lebih dari 3.100 kontainer nan dinilai mulai mengganggu kelancaran arus logistik dan pasokan bahan baku industri.

Purbaya mengatakan kunjungannya dilakukan untuk menindaklanjuti laporan nan diterimanya mengenai penumpukan sekitar 3.000 arsip nan berangkaian dengan 3.100 kontainer di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut.

“Jadi saya ke sini hari ini untuk menindaklanjuti info nan saya dapatkan beberapa hari lampau bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok, dengan sekitar 3.000 surat. Itu berangkaian dengan 3.100 kontainer. Sebagian pengusaha sudah melaporkan adanya gangguan pasokan bahan baku,” ungkapnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, masalah penumpukan terjadi akibat peningkatan jumlah peralatan nan masuk ke pelabuhan. Ia menyebut meski jumlah kontainer nan menumpuk saat ini telah berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500 kontainer, kondisi tersebut tetap jauh di atas tingkat normal.

“Ada beberapa masalah. Katanya, sebetulnya ini menurut saya tidak masuk akal, peningkatan jumlah peralatan masuk sehingga prosesnya menjadi lambat di sini. Kalau masalahnya itu, saya minta untuk ditambah personel. Jadi mereka kudu bekerja 24 jam sampai jumlahnya kembali ke level normal,” jelasnya.

Selain itu, Purbaya juga menyoroti banyaknya kontainer nan sebenarnya telah menyelesaikan proses manajemen dan kepabeanan, namun tidak segera diambil oleh importir. Akibatnya, kontainer tersebut menumpuk selama berbulan-bulan dan mengurangi kapabilitas pelabuhan.

Menurut dia, sebagian importir diduga memilih menyimpan peralatan di area pelabuhan lantaran biaya nan dikeluarkan lebih murah dibandingkan menyewa penyimpanan di luar area pelabuhan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com